Profil Ainun Na’im: Mantan Sekjen Kemendikbud yang Kini Menjabat Bendum PBNU

Jakarta – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) baru-baru ini mengumumkan susunan kepengurusan untuk periode 2026-2031, yang diumumkan oleh Katib Aam PBNU, Mohammad Nuh, di Gedung PBNU. Di tengah struktur organisasi yang baru, Prof. H. Ainun Na’im mendapatkan amanah sebagai Bendahara Umum PBNU. Sebagai seorang Guru Besar Akuntansi di Universitas Gadjah Mada (UGM), Ainun Na’im akan bertanggung jawab atas pengelolaan keuangan organisasi selama lima tahun ke depan. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Ketua Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) PBNU untuk periode 2022-2027. Selain itu, ia juga memiliki pengalaman berharga sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam Kabinet Kerja. Mari kita telusuri lebih dalam tentang profil, pendidikan, dan perjalanan karier Ainun Na’im.
Profil dan Pendidikan Ainun Na’im
Ainun Na’im lahir di Kediri, Jawa Timur pada tanggal 4 Desember 1960. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Akuntansi di Universitas Gadjah Mada pada tahun 1984. Melanjutkan studinya, Ainun meraih gelar Master of Business Administration (MBA) dari Western Michigan University, Amerika Serikat, pada tahun 1991. Tak cukup sampai di situ, ia juga berhasil menyelesaikan pendidikan doktoralnya di Temple University, Amerika Serikat, pada tahun 1996.
Jejak Pendidikan yang Mengagumkan
Pendidikan yang diperoleh Ainun Na’im memberikan landasan yang kuat untuk kariernya di bidang akuntansi dan pendidikan. Berikut adalah beberapa pencapaian akademiknya:
- Sarjana Akuntansi, Universitas Gadjah Mada (1984)
- Master of Business Administration (MBA), Western Michigan University (1991)
- Doktor, Temple University (1996)
Kiprah Karier di Dunia Akademik dan Korporasi
Setelah menyelesaikan pendidikan, Ainun memulai kariernya sebagai akademisi di UGM. Ia diangkat sebagai Guru Besar di Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM pada tahun 2010. Dalam pidato pengukuhannya, Ainun membahas isu-isu terkait pengambilan keputusan, termasuk pertimbangan dan bias yang menyertainya. Ia berpendapat bahwa proses pengambilan keputusan adalah sesuatu yang kompleks dan selalu melibatkan risiko.
Pengalaman di UGM dan Pengaruhnya
Ainun Na’im memiliki fokus utama di bidang akuntansi, khususnya dalam manajemen akuntansi, audit, dan akuntabilitas. Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Rektor Senior UGM yang bertanggung jawab dalam bidang Administrasi, Keuangan, dan Sumber Daya Manusia. Pengalaman ini menjadi fondasi penting sebelum ia dipercaya untuk memegang posisi penting di PBNU.
Peran di Dunia Korporasi
Karier profesional Ainun Na’im juga meliputi pengalaman di dunia korporasi, di mana ia menjabat sebagai Direktur Keuangan Pertamina dari tahun 2000 hingga 2003. Setelah itu, ia kembali ke dunia akademik dan menjabat sebagai Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM antara tahun 2004 hingga 2007, sebelum akhirnya menjabat sebagai Wakil Rektor UGM dari tahun 2007 hingga 2011.
Komisaris di Bank BPD DIY
Di sisi lain, Ainun juga memiliki pengalaman sebagai bagian dari jajaran komisaris di Bank BPD DIY. Ia telah menjabat di dewan komisaris bank tersebut sejak tahun 2009, dengan masa jabatan terakhir sebagai Komisaris Utama Independen pada periode 2023-2027.
Pengalaman di Pemerintahan
Di ranah pemerintahan, Ainun Na’im pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi selama periode 2014-2019. Pada tanggal 16 Desember 2019, ia dilantik oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim sebagai Sekretaris Jenderal Kemendikbud, menggantikan Didik Suhardi. Jabatan ini diembannya hingga Agustus 2021, ketika ia pensiun dan digantikan oleh Suharti.
Peran di Lembaga Pengelola Dana Pendidikan
Ainun juga berkontribusi sebagai Dewan Pengawas di Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) selama periode 2014-2018. Dalam kapasitas ini, ia berperan dalam pengawasan dan pengelolaan dana pendidikan yang sangat vital bagi kemajuan pendidikan di Indonesia.
Kontribusi di LPT PBNU
Selama masa jabatannya sebagai Ketua LPT PBNU, Ainun Na’im berkomitmen untuk menata sistem pendidikan tinggi di lingkungan Nahdlatul Ulama. Ia mendorong kolaborasi, peningkatan mutu pendidikan, akreditasi, dan penguatan perguruan tinggi di bawah naungan NU. Pengalaman panjangnya dalam akuntansi, administrasi, keuangan, pemerintahan, dan pengelolaan pendidikan tinggi memberikan keahlian yang sangat berharga dalam menjalankan tugasnya sebagai Bendahara Umum PBNU yang baru.
Strategi dan Visi ke Depan
Dalam kapasitasnya sebagai Bendahara Umum PBNU, Ainun diharapkan dapat menerapkan pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel. Pengalaman yang dimilikinya selama bertahun-tahun di berbagai sektor akan sangat membantu dalam merumuskan strategi dan visi ke depan untuk organisasi ini.
Pencapaian dan Harapan ke Depan
Dengan latar belakang pendidikan yang mumpuni dan pengalaman yang luas, Ainun Na’im menjadi salah satu figur penting di PBNU. Ia diharapkan tidak hanya dapat mengelola keuangan organisasi dengan baik, tetapi juga dapat menjadi motor penggerak dalam menciptakan inovasi di bidang pendidikan dan pengelolaan sumber daya.
Kesimpulan
Perjalanan Ainun Na’im menunjukkan dedikasi yang tinggi terhadap pengembangan pendidikan dan keuangan di Indonesia, terutama di lingkungan Nahdlatul Ulama. Sebagai Bendahara Umum PBNU, ia akan menghadapi tantangan baru, tetapi dengan pengalaman dan pengetahuan yang dimilikinya, Ainun diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi organisasi dan masyarakat luas.
➡️ Baca Juga: Kunci Sukses Atlet Indonesia: Peran Penting Dukungan Swasta dalam Prestasi Olahraga
➡️ Baca Juga: Blood of Dawnwalker Resmi Dirilis: Saatnya Menyusuri Vale Sangora yang Menarik




