Betrand Peto Menyampaikan Pesan Ruben Onsu Terkait Laporan Dugaan Pelecehan Seksual

Jakarta – Penyanyi muda berbakat, Betrand Peto, yang dikenal sebagai putra angkat presenter Ruben Onsu, baru-baru ini menyampaikan tanggapannya terkait tuduhan dugaan Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) yang dialamatkan kepadanya. Tuduhan ini berkaitan dengan insiden yang terjadi di sebuah kelab malam di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, pada tanggal 12 September 2026. Dalam sebuah konferensi pers yang berlangsung di Jakarta Barat pada 14 September 2026, Betrand menegaskan bahwa ia tidak terlibat dalam tindakan yang dituduhkan. Ia menyatakan kesiapannya untuk mengikuti seluruh proses hukum yang ada.
Pernyataan Betrand Peto
Betrand dengan tegas menanggapi tuduhan tersebut, mengatakan, “Saya di sini siap mengikuti semua aturan yang telah ditetapkan. Saya tidak akan menambah-nambahkan kata-kata atau cerita, karena saya sendiri tidak mungkin melakukan hal seperti itu. Tiba-tiba ada perempuan yang tidak saya kenal, dan saya melakukan tindakan itu, itu tidak mungkin. Saya pasti menjaga nama baik saya dan nama orang tua saya,” ujarnya saat berbicara dengan para awak media.
Ia menjelaskan bahwa kedatangannya ke lokasi kejadian adalah untuk bersenang-senang bersama teman-temannya setelah menyelesaikan pekerjaan. “Saya datang ke sana karena ingin karaokean dengan teman-teman setelah pulang syuting. Kita nyanyi-nyanyi, ada video-videonya saat kita bernyanyi. Tidak ada tindakan pelecehan seksual yang saya lakukan,” tegasnya. “Saya tidak melakukan apa yang dituduhkan, itu adalah fitnah,” tambahnya.
Pesan dari Ruben Onsu
Menyusul laporan yang diterimanya, Betrand juga berbagi tentang reaksi Ruben Onsu, ayah angkatnya. Ia menyebutkan bahwa Ruben memberikan nasihat agar ia lebih berhati-hati dalam beraktivitas, terutama di luar rumah. “Respon dari Ayah bilang lain kali lebih berhati-hati, itu adalah nasihat dari seorang ayah kepada anaknya,” jelas Betrand.
Klarifikasi dari Kuasa Hukum
Sementara itu, kuasa hukum Betrand, Timote Ezra Simanjuntak dan Koko Josep Irianto, memberikan klarifikasi terkait tuduhan yang ditujukan kepada klien mereka. Koko mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan investigasi di lokasi kejadian serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi. Menurut informasi yang mereka peroleh, tidak ada saksi yang menyatakan bahwa Betrand melakukan tindakan yang dituduhkan kepadanya.
- Kami sudah survei lokasi dan menanyakan saksi-saksi.
- Tidak ada satu pun saksi yang menyatakan bahwa Onyo melakukan tindakan tersebut.
- Betrand tidak dalam kondisi di bawah pengaruh alkohol saat kejadian.
- Ia hanya fokus bernyanyi dan makan bersama teman-teman.
- Di dalam ruangan tidak ada kamera CCTV, sementara di area tangga terdapat CCTV.
Koko menjelaskan bahwa, meskipun tidak ada rekaman dari kamera CCTV di dalam ruangan, pihaknya mengandalkan keterangan saksi untuk memperkuat pembelaan. “Tempatnya besar dan ramai, tidak mungkin Onyo melakukan tindakan tidak senonoh di depan banyak orang,” tegasnya.
Pentingnya Proses Hukum yang Adil
Timote juga menyoroti beberapa aspek yang perlu diteliti lebih lanjut dalam kasus ini. Ia menegaskan bahwa proses hukum seharusnya berjalan tanpa menciptakan opini publik yang merugikan klien mereka. “Terkait dengan pernyataan bahwa ia pernah datang sekali atau beberapa kali, masih banyak kejanggalan yang harus diperiksa. Dalam kasus TPKS, juga harus ada rekam medis, rekam psikologis, dan ahli yang terlibat. Kita tidak boleh melakukan media trial terhadap klien kami,” tutup Timote menekankan pentingnya keadilan dalam proses hukum ini.
Reaksi Publik dan Media
Tuduhan yang dialamatkan kepada Betrand Peto telah menarik perhatian publik dan media. Berbagai reaksi bermunculan dari masyarakat, mulai dari dukungan kepada Betrand hingga skeptisisme terkait tuduhan tersebut. Media sosial pun menjadi arena diskusi yang hangat mengenai kasus ini, dengan banyak pihak memberikan opini mereka.
Beberapa penggemar Betrand menyatakan dukungannya melalui berbagai platform, sementara yang lain meminta agar kasus ini ditangani dengan serius dan objektif. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya menangani isu-isu sensitif seperti ini dengan hati-hati, memperhatikan kebenaran dan keadilan bagi semua pihak yang terlibat.
Peran Media dalam Kasus Ini
Media memiliki peran penting dalam membentuk opini publik. Dalam situasi seperti ini, sangat penting bagi media untuk menyajikan informasi yang akurat dan berimbang. Penyampaian berita yang tidak tepat dapat merugikan reputasi seseorang sebelum proses hukum selesai.
- Media harus berpegang pada prinsip jurnalisme yang baik.
- Informasi harus diverifikasi sebelum dipublikasikan.
- Penting untuk menyajikan kedua sisi cerita.
- Jurnalis harus berhati-hati dalam memilih kata-kata.
- Transparansi dalam melaporkan fakta sangat diperlukan.
Kasus ini menjadi contoh nyata bagaimana tuduhan bisa mempengaruhi kehidupan seseorang secara signifikan. Oleh karena itu, penting untuk memberikan ruang bagi proses hukum yang adil dan tidak terburu-buru dalam mengambil kesimpulan.
Kesimpulan Kasus Betrand Peto
Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan Betrand Peto menjadi sorotan banyak pihak. Tindakan hukum yang diambil dan pernyataan dari semua pihak yang terlibat sangat penting untuk memperjelas situasi. Dalam menghadapi tuduhan serius seperti ini, penting bagi semua pihak untuk menghormati proses hukum dan menunggu hasil yang objektif.
Betrand Peto, yang masih muda dan memiliki karier cemerlang di dunia hiburan, bertekad untuk melindungi nama baiknya dan keluarganya. Dengan dukungan dari Ruben Onsu dan tim kuasa hukum, ia berharap dapat menghadapi situasi ini dengan baik dan menemukan keadilan yang pantas.
➡️ Baca Juga: CIMB Niaga Raih Laba Rp2,3 Triliun di Q1-2026 Berkat Fundamental Bisnis Sehat
➡️ Baca Juga: Latihan Harian Ringan untuk Menjaga Kebugaran Tubuh Secara Stabil dan Efektif




