BBPOM Makassar Luncurkan Program ‘Starlink’ untuk Tingkatkan Kualitas Ratusan Produk Lokal

MAKASSAR – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Makassar baru-baru ini meluncurkan program inovatif bernama Layanan Sertifikasi dan Informasi Keliling, atau lebih dikenal dengan sebutan Starlink. Inisiatif ini bertujuan untuk mempermudah proses penerbitan izin edar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Sulawesi Selatan. Peluncuran program ini dilaksanakan pada hari Minggu, 30 Agustus.
Inovasi Terpadu untuk UMKM
Kepala BBPOM Makassar, Yosef Dwi Irwan, menjelaskan bahwa Starlink merupakan langkah inovatif yang merupakan pengembangan dari program Pedang Puang Basok. Program ini mengintegrasikan layanan yang bersifat proaktif dengan pendekatan pendampingan hibrida, yang mengkombinasikan layanan tatap muka dan daring.
Inisiatif ini lahir sebagai respons terhadap berbagai tantangan yang dihadapi oleh UMKM dalam proses pengurusan izin edar. Banyak pelaku usaha menganggap bahwa proses ini rumit, memakan waktu, dan juga mahal. Selain itu, terdapat masalah lain seperti keterbatasan dalam literasi digital yang menghambat akses mereka terhadap informasi yang diperlukan.
Statistik UMKM di Sulawesi Selatan
Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2023, terdapat 123.926 UMKM yang beroperasi di Sulawesi Selatan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 60.261 atau sekitar 48,62 persen berfokus pada sektor pangan. Namun, hanya sekitar 324 pelaku usaha yang telah berhasil mendapatkan izin edar dari BPOM, menunjukkan angka yang sangat rendah.
Perubahan Pola Pelayanan
Yosef menekankan bahwa situasi ini menandakan perlunya reformasi dalam pola pelayanan yang diberikan. Dari sebelumnya cenderung bersifat pasif, BBPOM kini berkomitmen untuk menjadi lebih proaktif dan responsif terhadap kebutuhan para pelaku usaha.
Dengan adanya Starlink, proses pendampingan untuk mendapatkan izin edar dari BPOM kini dapat dilakukan dengan cara yang lebih fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing pelaku usaha, baik itu industri besar, UMKM, maupun akademisi dari perguruan tinggi.
Manfaat Izin Edar BPOM
Yosef menegaskan pentingnya izin edar dari BPOM. Izin ini bukan hanya sekadar bentuk kepatuhan administratif, tetapi juga dapat berfungsi sebagai keunggulan kompetitif bagi pelaku usaha. Legalitas ini akan membantu meningkatkan kepercayaan konsumen, memperluas jaringan pemasaran, dan pada gilirannya, mendorong peningkatan omzet bagi UMKM.
Dampak Positif dari Starlink
Dampak positif dari program Starlink terlihat jelas melalui peningkatan jumlah UMKM yang memanfaatkan layanan pendampingan yang ditawarkan. Data dari BBPOM Makassar mencatat bahwa hingga tahun 2025, terdapat 369 UMKM yang telah mengikuti program pendampingan ini, dan jumlah tersebut meningkat menjadi 437 UMKM hingga bulan Juni 2026.
- Peningkatan jumlah UMKM yang mengakses layanan pendampingan
- 369 UMKM terdaftar hingga 2025
- 437 UMKM terdaftar hingga Juni 2026
- Proses pendampingan yang lebih responsif
- Peningkatan omzet UMKM
Peningkatan jumlah UMKM yang mengikuti pendampingan juga berkontribusi pada kenaikan jumlah Nomor Izin Edar (NIE) yang dikeluarkan. Dari angka 2.509 NIE yang tercatat hingga tahun 2025, jumlah ini meningkat menjadi 3.084 NIE pada Juni 2026.
Analisis Kenaikan Izin Edar
Analisis menunjukkan bahwa jumlah NIE meningkat sebanyak 575 izin, yang berarti kenaikan sekitar 22,92 persen jika dibandingkan dengan capaian hingga tahun 2025. Namun, terdapat ketidaksesuaian dalam data yang menyebutkan angka 122,91 persen, yang tidak sesuai dengan perhitungan dari 2.509 menjadi 3.084 NIE.
Respon Pelaku Usaha terhadap Starlink
Dampak positif dari layanan Starlink juga terlihat dari survei yang dilakukan terhadap pelaku usaha yang telah berhasil memperoleh izin edar dari BPOM. Hasil survei menunjukkan bahwa 94,9 persen responden menilai pendampingan yang diberikan melalui program Starlink sangat baik.
Dengan demikian, program ini tidak hanya membantu UMKM dalam memperoleh izin edar, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam menjalankan usaha. Starlink mengedepankan kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk akademisi, pelaku usaha, dan pemerintah, dalam upaya meningkatkan kualitas dan daya saing produk lokal.
Langkah Selanjutnya untuk UMKM
Keberhasilan program Starlink menunjukkan pentingnya pendekatan yang inovatif dan terintegrasi dalam mendukung UMKM. Ke depan, diharapkan lebih banyak UMKM yang akan memanfaatkan layanan ini untuk mendapatkan izin edar, sehingga dapat meningkatkan kualitas produk mereka dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal.
Dengan program ini, BBPOM Makassar berkomitmen untuk terus mendukung pelaku usaha dalam menghadapi tantangan yang ada, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi perkembangan UMKM di Sulawesi Selatan. Melalui pendekatan yang lebih manusiawi dan responsif, diharapkan akan tercipta ekosistem usaha yang lebih berkelanjutan dan produktif.
Starlink bukan hanya sekadar program layanan, tetapi merupakan sebuah langkah strategis dalam mewujudkan visi bersama untuk meningkatkan kualitas produk lokal dan daya saing UMKM di tingkat nasional. Program ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengimplementasikan inovasi yang serupa untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
➡️ Baca Juga: Kebakaran di Kantor Pusat BYD Shenzhen Ternyata Tidak Terkait Masalah Baterai EV
➡️ Baca Juga: Cara Efektif Menguasai Drive Shot Badminton untuk Serangan Cepat yang Mematikan




