Gates of Olympus hadirkan bagi-bagi bonus kuil zeus dengan hadiah berlapis

Slot online berikan bagi-bagi bonus festival keberuntungan nusantara dengan sensasi menarik

Super scatter sajikan bagi-bagi bonus super emerald celebration dengan hadiah istimewa

Starlight Princess tawarkan bagi-bagi bonus aurora moonlight legacy dengan sensasi menawan

Wild Bounty tawarkan bagi-bagi bonus olympus jewel journey dengan kejutan istimewa

Pola perilaku pengguna terhadap pembaruan mahjong ways

Algoritma dan mahjong ways menjadi dua topik yang sering bertemu di ruang forum diskusi online paling lengkap

Panduan slot online premium dengan fitur yang banyak dicari pemain

Super scatter hadirkan bagi-bagi bonus reel petir dengan peluang istimewa

Slot online hadirkan bagi-bagi bonus harta karun impian dengan peluang premium

Starlight Princess sajikan bagi-bagi bonus treasure empire vault dengan kejutan besar

Wild Bounty berikan bagi-bagi bonus frontier gold adventure dengan hadiah menarik

Pran data modern yang menunjukkan hasil permainan mahjong wins3 dan meningkatkan performa

Super scatter hadirkan bagi-bagi bonus putaran kilat dengan efek modern

Gates of Olympus hadirkan bonus storm boost dengan hadiah variatif

Pragmatic Play tawarkan bagi-bagi bonus scatter supreme dengan hadiah modern

Evaluasi sistem mekanis terbaru pada fitur mahjong ways

Habanero hadirkan bagi-bagi bonus fortune celebration realm dengan bonus menarik

Slot dana tanpa potongan paling gacor dengan sensasi berkelas

Pran data modern yang menunjukkan hasil permainan mahjong wins3 dan permainan digital

Rahasia algoritma adaptif gameplay interaktif pg soft

slot depo 10k slot depo 10k
Properti

Penurunan Harga Rumah Sekunder di Tengah Kenaikan Inflasi RI 4,76%

Di tengah kenaikan inflasi nasional yang mencapai 4,76%, pasar properti sekunder di Indonesia menunjukkan dinamika yang menarik. Sebaliknya dengan logika ekonomi yang umum, harga rumah sekunder justru menunjukkan penurunan. Laporan bulanan Maret 2026 memperlihatkan penurunan harga rumah sekunder sebesar 1,2% pada bulan Februari dan turun 0,4% secara tahunan. Situasi ini menciptakan kesenjangan sebesar 4,4% antara tingkat inflasi dan indeks harga rumah. Bagaimana bisa?

Properti Jadi Lebih Terjangkau

Kondisi penurunan harga rumah sekunder ini, sejatinya menciptakan peluang bagi calon pembeli. Selisih antara tingkat inflasi dan indeks harga rumah menciptakan properti yang relatif lebih terjangkau. Hal ini tentu menjadi angin segar di tengah kenaikan biaya hidup yang semakin tidak terkendali. Namun, yang menjadi tantangan adalah ketersediaan unit di pasar yang semakin terbatas.

Suplai Rumah Sekunder Menyusut

Laporan juga menunjukkan penurunan volume suplai rumah sekunder sebesar 7,8% secara tahunan. Penurunan ini mencerminkan fenomena market resistance, dimana pemilik properti lebih memilih untuk menahan aset mereka daripada menjual di harga yang belum optimal. Menurut Marisa Jaya, Head of Research, penurunan suplai ini menjadi indikator penting bagi dinamika pasar properti kedepan.

“Penurunan suplai merupakan sinyal penting bagi pasar. Jika suplai terus menyusut sementara minat pencarian tetap stabil, maka pasar kemungkinan sedang mendekati fase bottoming out sebelum kembali pulih,” jelas Marisa. Dia menambahkan, potensi pemulihan pasar dapat terjadi lebih cepat ketika suku bunga Bank Indonesia di level 4,75% sepenuhnya tertransmisi ke bunga KPR.

Pergerakan Harga di Tingkat Kota

Walaupun secara nasional harga rumah sekunder mengalami koreksi, dinamika harga di tingkat kota menunjukkan pola yang berbeda-beda. Misalnya kota Medan, yang tercatat memiliki pertumbuhan harga tahunan tertinggi sebesar 5,5%. Bahkan, kota ini melampaui beberapa destinasi investasi properti yang sebelumnya populer seperti Denpasar dan Yogyakarta.

Sebaliknya, Yogyakarta yang sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan dua digit akibat pembangunan infrastruktur tol, mulai mengalami pendinginan pasar. Pada Februari 2026, harga rumah di kota tersebut tercatat turun 2,5%. Hal ini menunjukkan bahwa pasar properti di beberapa wilayah sedang mencari titik keseimbangan baru setelah mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi sebelumnya.

Permintaan Properti

Dari sisi permintaan, Tangerang masih menjadi kawasan dengan minat pencarian properti terbesar secara nasional dengan pangsa 14,8%. Sementara itu, Jakarta Selatan mencatat kenaikan popularitas bulanan terbesar sebesar 1,2%, menunjukkan meningkatnya kembali minat masyarakat terhadap kawasan hunian mapan di ibu kota. Koreksi harga rumah tahunan di Jakarta sebesar -1,7% juga membuat pasar di wilayah tersebut menjadi lebih kompetitif bagi calon pembeli.

Median Harga Berdasarkan Ukuran Rumah

Laporan juga mencatat median harga rumah berdasarkan luas bangunan di beberapa kota sebagai berikut:

  • ≤60 meter persegi: Jakarta Pusat, median Rp741 juta (+25,4% YoY)
  • 61–90 meter persegi: Jakarta Selatan, median Rp1,6 miliar (+7,4% YoY)
  • 91–150 meter persegi: Yogyakarta, median Rp1,6 miliar (+7,5% YoY)
  • 151–250 meter persegi: Medan, median Rp1,8 miliar (+12,5% YoY)
  • ≥251 meter persegi: Jakarta Pusat, median Rp21 miliar (+16,7% YoY)

Dari data tersebut, terlihat permintaan masih datang dari berbagai segmen pasar, baik dari pembeli rumah pertama di segmen hunian kecil maupun dari pembeli di segmen rumah berukuran besar.

Secara keseluruhan, pasar properti Indonesia pada awal 2026 masih berada dalam fase konsolidasi. Harga yang bergerak lebih moderat, suplai yang terbatas, serta pembeli yang semakin selektif menciptakan dinamika pasar yang lebih rasional. Kondisi ini sekaligus membuka peluang bagi calon pembeli untuk mempertimbangkan pembelian rumah pada momentum yang relatif lebih stabil.

➡️ Baca Juga: Sinopsis Rooster Fighter: Anime Pertarungan Ayam Jago Melawan Monster yang Menegangkan

➡️ Baca Juga: Pelabuhan Ciwandan Sesak, 8.000 Motor Telah Menyeberangi Selat Sunda

Related Articles

Back to top button