Pertamina Kirim 2 Kapal Tanker ke Bali untuk Angkut 24,2 Juta Liter Pertalite demi Stok Pulau Dewata

Dalam upaya memenuhi kebutuhan energi di Pulau Dewata, dua kapal tanker dari Pertamina Patra Niaga telah tiba di Bali dengan muatan yang signifikan. Kapal-kapal ini membawa total 24,2 juta liter Pertalite dan 10 juta liter Pertamax, yang diharapkan dapat mempercepat penyaluran bahan bakar di wilayah tersebut. Keberadaan pasokan ini menjadi solusi penting untuk mengatasi antrean kendaraan yang terjadi di beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali.
Informasi Pengiriman Kapal Tanker
Ahad Rahedi, selaku Area Manager Communication, Relations and CSR Wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus), menjelaskan bahwa pengiriman ini bertujuan untuk mempercepat distribusi energi dan menanggulangi masalah antrean kendaraan. “Setelah pasokan tiba di terminal, kami akan optimalkan operasional dan distribusi selama 24 jam agar stok di SPBU dapat segera terisi kembali,” ujarnya.
Dua kapal tanker yang terlibat dalam pengiriman ini adalah MT Green Plus dan MT Lineo. MT Green Plus membawa 22 juta liter Pertalite dan 10 juta liter Pertamax, yang tiba di Terminal Integrasi (IT) Manggis, Karangasem, pada pukul 16.00 WITA. Sementara itu, MT Lineo mengangkut 2,2 juta liter Pertalite dan telah berlabuh di Terminal BBM Sanggaran, Denpasar, pada pukul 14.00 WITA.
Peningkatan Penyaluran dan Koordinasi
Sebelumnya, pada Kamis (27/8), Pertamina juga telah meningkatkan penyaluran Pertalite menjadi 2.300 kiloliter. Angka ini mengalami kenaikan 700 kiloliter dibandingkan penyaluran sehari sebelumnya yang hanya mencapai 1.600 kiloliter melalui IT Manggis dan Terminal BBM Sanggaran. Upaya ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan bakar yang cukup bagi masyarakat Bali.
- Pengiriman dua kapal tanker dengan total 24,2 juta liter Pertalite.
- MT Green Plus membawa 22 juta liter Pertalite dan 10 juta liter Pertamax.
- MT Lineo mengangkut 2,2 juta liter Pertalite.
- Peningkatan penyaluran Pertalite menjadi 2.300 kiloliter.
- Operasional 24 jam di Terminal BBM Sanggaran.
Untuk memastikan distribusi yang efektif, Pertamina juga mengatur alokasi pasokan khususnya di wilayah-wilayah yang membutuhkan prioritas. Salah satu daerah yang menjadi fokus adalah Kota Denpasar, di mana antrean kendaraan cukup signifikan.
Strategi Penyaluran yang Efisien
Dalam rangka memperkuat pasokan Pertalite di Kota Denpasar, Ahad menambahkan bahwa pihaknya akan mengoperasikan Terminal BBM Sanggaran selama 24 jam. Hal ini diharapkan dapat mempercepat penyaluran ke SPBU dan mengurangi antrean kendaraan yang mengganggu aktivitas masyarakat.
Langkah-langkah yang diambil termasuk pemantauan intensif terhadap kondisi stok dan penyaluran, serta memperkuat koordinasi antara terminal BBM, mobil tangki, dan SPBU. “Optimalisasi penyaluran BBM akan terus kami lakukan sampai ketersediaan bahan bakar di SPBU kembali normal,” tegas Ahad.
Menangani Antrean Kendaraan
Beberapa waktu lalu, Bali mengalami peningkatan antrean kendaraan di berbagai SPBU, terutama di Kota Denpasar, Kabupaten Tabanan, dan Kabupaten Badung. Menurut Ahad, situasi ini merupakan kondisi sementara yang disebabkan oleh penyesuaian stok di beberapa titik suplai.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Pertamina melakukan percepatan pasokan, meningkatkan penyaluran, serta mengatur prioritas distribusi berdasarkan kebutuhan dan kondisi stok di masing-masing wilayah. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang sangat bergantung pada ketersediaan bahan bakar.
- Optimalisasi operasional dan distribusi selama 24 jam.
- Prioritas alokasi pasokan di daerah yang membutuhkan.
- Pemantauan kondisi stok secara intensif.
- Koordinasi antara terminal BBM dan SPBU yang lebih baik.
- Langkah cepat untuk mengatasi antrean kendaraan.
Ahad juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang mungkin terjadi akibat antrean panjang di SPBU. “Kami mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan,” ujarnya. Dengan langkah-langkah yang tepat, diharapkan ketersediaan dan distribusi BBM di Bali dapat kembali normal dalam waktu dekat.
Kesimpulan
Keberhasilan pengiriman dua kapal tanker ke Bali oleh Pertamina Patra Niaga menunjukkan komitmen perusahaan dalam memenuhi kebutuhan energi masyarakat. Dengan langkah-langkah yang strategis dan koordinasi yang baik, diharapkan masalah antrean di SPBU dapat diatasi dan masyarakat dapat memperoleh akses yang lebih baik terhadap bahan bakar. Pertamina terus berupaya untuk memastikan bahwa pasokan energi dapat memenuhi permintaan di Pulau Dewata.
➡️ Baca Juga: 7 Smartphone di Bawah 4 Juta dengan Spesifikasi Gahar untuk Saingi Flagship Terbaik
➡️ Baca Juga: PIP 2026 Diperluas untuk Siswa TK: Syarat dan Cara Pencairan yang Perlu Diketahui




