Persebaya Gagal Pertahankan Keunggulan Usai Imbang dengan Bhayangkara di Laga Perdana

Laga perdana BRI Super League 2026/2027 bagi Persebaya Surabaya berakhir dengan hasil mengecewakan setelah mereka hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC. Pertandingan yang berlangsung di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, pada 6 September 2026, menyisakan banyak catatan penting bagi tim Bajul Ijo. Meskipun sempat unggul melalui gol Yann Mabella, Persebaya gagal mempertahankan keunggulan tersebut hingga peluit panjang berbunyi. Situasi ini tentunya menjadi pekerjaan rumah bagi pelatih Bernardo Tavares untuk memperbaiki performa tim ke depannya.
Keunggulan Awal yang Tidak Terjaga
Persebaya memulai pertandingan dengan percaya diri, berhasil membuka skor lebih dulu melalui aksi Yann Mabella. Gol ini memberikan harapan bagi para pendukung setia yang hadir di stadion. Namun, harapan tersebut tidak bertahan lama. Tim Bhayangkara berhasil menyamakan kedudukan di babak kedua, yang menunjukkan bahwa Persebaya masih memiliki banyak pekerjaan untuk menyempurnakan permainan mereka.
Statistik Pertandingan
Pada pertandingan ini, meskipun Persebaya mendominasi beberapa aspek, mereka tidak mampu mengkonversi peluang menjadi gol tambahan. Berikut adalah beberapa statistik yang mencerminkan jalannya pertandingan:
- Possession: Persebaya 58% – Bhayangkara 42%
- Shots on Target: Persebaya 6 – Bhayangkara 4
- Total Shots: Persebaya 14 – Bhayangkara 10
- Corners: Persebaya 5 – Bhayangkara 3
- Fouls: Persebaya 12 – Bhayangkara 15
Evaluasi Pelatih Tavares
Setelah pertandingan, pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mengungkapkan kekecewaannya atas hasil imbang tersebut. Ia menilai bahwa timnya seharusnya mampu mempertahankan keunggulan dan menjaga gawang agar tidak kebobolan. Tavares mengungkapkan, “Kami ingin meraih kemenangan, namun situasi ini membuat kami sedikit frustrasi. Ketika sudah unggul, kami seharusnya bisa menjaga clean sheet.” Dalam sepak bola, “clean sheet” merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut saat tim tidak kebobolan sepanjang pertandingan.
Peluang yang Terlewatkan
Tavares juga menyoroti kegagalan timnya untuk memanfaatkan peluang yang ada. Beberapa kesempatan emas untuk menggandakan keunggulan seharusnya bisa dioptimalkan. “Terdapat momen di mana kami dapat mencetak gol kedua, tetapi kami terlalu cepat kehilangan momentum permainan,” tambahnya. Ini menunjukkan betapa pentingnya bagi tim untuk terus berjuang hingga akhir pertandingan.
Performa Bhayangkara dan Allano
Gol penyama kedudukan dari Bhayangkara yang dicetak oleh Allano menjadi sorotan. Pemain yang masuk dari bangku cadangan ini memberikan dampak signifikan, tidak hanya melalui golnya tetapi juga dengan cara ia merepotkan pertahanan Persebaya. Tavares mengakui kualitas Allano, tetapi lebih memilih untuk fokus pada evaluasi timnya sendiri. “Saya lebih baik berbicara tentang tim saya daripada individu pemain lawan. Allano membuat perbedaan, tetapi kami harus lebih kuat,” ungkap Tavares.
Kedalaman Skuad Bhayangkara
Pelatih Persebaya juga menyoroti kekuatan kedalaman skuad Bhayangkara. Dengan adanya pemain berkualitas seperti Allano di bangku cadangan, Bhayangkara menunjukkan bahwa mereka memiliki komposisi tim yang solid. “Statistik Allano musim lalu sangat baik, ini menunjukkan bahwa mereka mempunyai kedalaman skuad yang dapat diandalkan,” pungkas Tavares.
Posisi dan Harapan Persebaya di Liga
Dengan hasil imbang ini, Persebaya kini mengawali BRI Super League 2026/2027 dengan raihan satu poin, sementara mereka menghuni posisi ke-11 klasemen. Meskipun demikian, pelatih dan pemain harus tetap optimis, karena kompetisi masih panjang dan banyak peluang untuk meraih hasil yang lebih baik di laga-laga berikutnya. Tavares dan timnya kini harus melakukan evaluasi menyeluruh sebelum menjamu PSIM Yogyakarta di pekan kedua yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada 13 September 2026.
Persiapan Menjelang Pertandingan Selanjutnya
Menjelang pertandingan melawan PSIM Yogyakarta, Persebaya diharapkan dapat melakukan perbaikan dalam berbagai aspek, baik itu dalam pertahanan maupun penyelesaian akhir. Pelatih Tavares menegaskan perlunya evaluasi mendalam untuk memastikan timnya dapat tampil lebih baik. “Kami akan bekerja keras dalam latihan dan memperbaiki kesalahan yang ada,” pungkas Tavares.
Dengan semangat dan komitmen yang tinggi, Persebaya bertekad untuk meraih hasil yang lebih baik dalam pertandingan mendatang. Setiap pemain diharapkan dapat belajar dari pengalaman ini dan berkontribusi maksimal untuk tim. Hasil imbang ini menjadi pelajaran berharga bagi Bajul Ijo untuk terus berbenah dan menunjukkan performa terbaiknya di BRI Super League 2026/2027.
➡️ Baca Juga: Galbay Pinjol Bukan Jalan Keluar: Ini Risiko Nyata dan Solusi Legal yang Bisa Kamu Tempuh
➡️ Baca Juga: Strategi Efektif Pemasaran Produk Rumahan Melalui Grup WhatsApp RT dan RW untuk Meningkatkan Penjualan




