pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

slot depo 10k slot depo 10k
Daerah

Percepat Proses Antrean di Pelabuhan Ketapang Melalui Optimalisasi Kapal dan Dermaga KSOP Tanjung Wangi

Situasi antrean kendaraan di Pelabuhan Penyeberangan Ketapang, Banyuwangi, sering kali menjadi sorotan utama bagi para pengguna jasa. Dalam upaya untuk mengatasi masalah ini, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, bersama dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tanjung Wangi, berkomitmen untuk melakukan langkah-langkah strategis dalam mengurangi kepadatan yang terjadi. Dengan sinergi antara berbagai pemangku kepentingan, diharapkan pelayanan penyeberangan dapat berlangsung lebih efisien dan efektif.

Langkah-Langkah Menuju Optimalisasi Kapal dan Dermaga

Untuk memastikan kelancaran operasional pelabuhan, KSOP Kelas III Tanjung Wangi melaksanakan berbagai langkah yang bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan fasilitas pelabuhan. Tanggung jawab utama mereka mencakup pengawasan keselamatan pelayaran, kelaiklautan kapal, dan pengaturan operasional kapal. Hal ini dilakukan sambil tetap mengutamakan aspek keselamatan yang menjadi prioritas utama.

Pada Senin sore, pemantauan menunjukkan bahwa antrean kendaraan logistik yang mengarah ke Pelabuhan Ketapang mencapai panjang sekitar 2,5 kilometer. Angka ini mencerminkan perbaikan yang signifikan dibandingkan dengan Minggu malam sebelumnya, di mana antrean sempat membentang sejauh 9,4 kilometer. Penurunan ini memberikan harapan bagi para pengemudi yang menunggu untuk menyeberang.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Antrean

Kepala KSOP Kelas III Tanjung Wangi, Capt. Purgana, menjelaskan bahwa meskipun antrean kendaraan mulai berkurang, masih ada berbagai faktor yang memengaruhi kelancaran arus lalu lintas di lapangan. Salah satu penyebab utama adalah tingginya volume kendaraan logistik yang menuju Gilimanuk, ditambah dengan perbaikan dermaga di Pelabuhan Gilimanuk yang turut memperparah situasi. Selain itu, satu dari empat kapal Atosim Lampung Pelayaran (ALP) masih dalam proses perawatan, sehingga kapasitas angkut menjadi tidak optimal.

  • Volume kendaraan logistik yang tinggi
  • Perbaikan dermaga di Pelabuhan Gilimanuk
  • Kapal ALP dalam perawatan
  • Keterbatasan kapasitas parkir di sekitar pelabuhan
  • Kendala pada mekanisme ticketing

Capt. Purgana juga menggarisbawahi adanya kendala operasional yang berkaitan dengan kapasitas Kantong Parkir/RTK ALP yang dikelola oleh BUMDes. Dengan hanya mampu menampung sekitar 85 unit kendaraan, banyak truk terpaksa parkir di bahu jalan, yang tentu saja memperparah kemacetan. Selain itu, mekanisme ticketing yang dikelola pengurus truk juga mengalami kendala, menambah kompleksitas situasi yang ada.

Koordinasi dengan Pemangku Kepentingan

Dalam menghadapi tantangan ini, KSOP Kelas III Tanjung Wangi terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), PT ASDP Indonesia Ferry, serta operator kapal. Kerja sama yang baik antar lembaga ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penanganan antrean dan meminimalisir dampak negatif dari kepadatan yang terjadi.

Dari sisi keselamatan dan kepelabuhanan, langkah-langkah yang diambil meliputi optimalisasi operasional kapal, pengawasan kelaiklautan kapal, dan pengaturan pola sandar sesuai dengan kondisi operasional yang ada. Selain itu, KSOP juga memastikan bahwa pelayanan penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Penambahan Kapasitas Angkut

Untuk lebih meningkatkan kapasitas angkut, telah direncanakan penambahan kapal yang akan mendukung pelayanan penyeberangan. KMP Jatra I dijadwalkan tiba pada Selasa dini hari, diikuti oleh KMP Port Link yang akan menyusul pada pagi harinya. Dengan hadirnya kapal tambahan ini, diharapkan dapat mempercepat proses penyeberangan dan meminimalisir antrean yang terjadi.

Selain itu, pada Selasa, 8 September 2026, juga direncanakan untuk melaksanakan survei bathimetri di sekitar Dermaga Bulusan. Survei ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi kedalaman perairan dan posisi dolphin yang mengalami kerusakan. Hasil dari survei ini akan menjadi acuan penting untuk evaluasi keselamatan, serta mendukung rencana penggunaan Dermaga Bulusan sebagai lokasi sandar KMP Port Link 7.

Komitmen Terhadap Keselamatan dan Keamanan Pelayaran

Capt. Purgana menekankan bahwa rencana penambahan kapal dan optimalisasi fasilitas sandar bertujuan untuk meningkatkan kapasitas angkut, sekaligus membantu mempercepat penguraian antrean. Namun, seluruh langkah yang diambil harus tetap mematuhi aspek keselamatan dan keamanan pelayaran. “Kami tidak akan mengorbankan keselamatan demi efisiensi,” ungkapnya.

Ia juga mengimbau kepada para pengemudi truk logistik dan pengguna jasa penyeberangan untuk tetap disiplin, mengikuti arahan petugas, dan tidak menyerobot jalur. Dengan demikian, proses penguraian antrean dapat berjalan lebih cepat dan lancar, serta mengurangi potensi masalah di lapangan.

Monitoring dan Koordinasi Intensif

KSOP Kelas III Tanjung Wangi berkomitmen untuk melakukan pemantauan secara terus-menerus dan berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan bahwa pelayanan dan keselamatan pelayaran di lintas Ketapang–Gilimanuk dapat terjaga dengan baik. Dengan upaya bersama ini, diharapkan pelayanan penyeberangan di Pelabuhan Ketapang dapat semakin optimal, membuat pengalaman para pengguna jasa menjadi lebih baik.

➡️ Baca Juga: Szoboszlai Tegaskan Kesetiaannya pada Liverpool, Maaf Real Madrid!

➡️ Baca Juga: Langkah Tepat Memeriksa Peradangan Ginjal: Panduan Praktis dan Mudah Dipahami

Related Articles

Back to top button