pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

slot depo 10k slot depo 10k
Rona

Pendaratan Kabel Laut di Batam Perkuat Konektivitas Digital Indonesia Menuju Asia

Pembangunan infrastruktur digital di Indonesia kini memasuki babak baru dengan kehadiran kabel laut yang menghubungkan berbagai negara di Asia. Pendaratan Golden Buoy di Tanjung Bemban, Batam, adalah langkah signifikan dalam pengembangan sistem komunikasi kabel laut (SKKL) CANDLE, yang memiliki panjang sekitar 8.000 kilometer. Proyek ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan konektivitas, tetapi juga untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pertukaran data di kawasan Asia.

Pentingnya Kabel Laut Batam dalam Konektivitas Digital

Proyek CANDLE yang diprakarsai oleh PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (XLSmart) melalui inisiatif XLSmart for Business ini dijadwalkan akan mulai beroperasi pada tahun 2028. Dengan adanya infrastruktur ini, diharapkan dapat menambah kapasitas dan pilihan konektivitas internasional Indonesia, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan akan pertukaran data dan layanan digital.

Direktur dan Chief Enterprise Business Officer XLSmart, Andrijanto Muljono, menjelaskan bahwa pembangunan CANDLE merupakan investasi jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan konektivitas yang akan terus berkembang. Ia menekankan pentingnya memiliki infrastruktur yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi digital yang pesat.

Strategi Konektivitas Jangka Panjang

“CANDLE merupakan investasi strategis untuk mempersiapkan kebutuhan konektivitas Indonesia dalam jangka panjang. Pertumbuhan ekonomi digital membutuhkan kapasitas yang semakin besar dan akses yang semakin luas ke jaringan global,” ungkap Andrijanto dalam pernyataannya. Hal ini menunjukkan bahwa inisiatif ini tidak hanya dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga untuk mengantisipasi permintaan di masa depan.

Pembangunan infrastruktur ini juga dimaksudkan untuk memberikan akses yang lebih luas bagi sektor bisnis di Indonesia, sehingga mereka dapat terhubung dengan ekosistem digital regional. Dengan demikian, para pelaku usaha di dalam negeri dapat memanfaatkan peluang yang ada di pasar internasional dengan lebih baik.

Pendaratan di Tanjung Bemban: Langkah Strategis

Proses pembangunan CANDLE telah dimulai sejak Desember 2024, dan pendaratan Golden Buoy di Tanjung Bemban pada tanggal 11 September 2026 menandai salah satu tahapan penting dalam proyek ini. Pendaratan ini menunjukkan komitmen XLSmart dalam menyediakan solusi konektivitas yang handal dan berkualitas.

CANDLE adalah hasil kolaborasi antara XLSmart dan sejumlah perusahaan besar seperti Meta, Globe Telecom, IPS Inc., Telekom Malaysia, dan SoftBank Jepang. NEC juga berperan sebagai mitra teknologi dalam pengembangan sistem kabel laut ini, memastikan bahwa teknologi yang digunakan adalah yang terbaik dan paling mutakhir.

Panjang dan Jangkauan CANDLE

Dengan panjang yang mencapai 8.000 kilometer, sistem kabel laut ini akan menciptakan jalur konektivitas yang menghubungkan Indonesia dengan beberapa pusat ekonomi dan digital terkemuka di Asia. Kehadiran jalur ini diharapkan dapat menambah alternatif konektivitas internasional bagi Indonesia, yang sebelumnya terbatas.

Batam dipilih sebagai titik pendaratan karena potensi yang dimilikinya sebagai kawasan yang berkembang dalam ekosistem digital dan pusat data. Posisi strategis Batam di wilayah barat Indonesia menjadikannya lokasi yang ideal untuk mendukung perkembangan telekomunikasi dan infrastruktur data.

Memperkuat Koneksi Pusat Data dan Jaringan Regional

CANDLE tidak hanya berfungsi sebagai jalur komunikasi antarnegara, tetapi juga akan menghubungkan pusat data di Batam dengan jaringan yang ada di negara-negara sepanjang rute kabel. Hal ini akan memungkinkan pertukaran data yang lebih efisien dan cepat antara berbagai pusat data di seluruh Asia.

Konektivitas ini sangat penting untuk memenuhi kebutuhan pelanggan perusahaan yang memerlukan layanan berkapasitas tinggi dengan tingkat keandalan dan skalabilitas yang memadai. Di era digital saat ini, kebutuhan akan layanan seperti komputasi awan dan kecerdasan buatan (AI) semakin meningkat, dan hal ini memerlukan pertukaran data dalam jumlah besar.

Kelebihan CANDLE bagi Pelanggan Enterprise

Andrijanto menambahkan, “Bagi pelanggan enterprise, CANDLE memberikan pilihan konektivitas internasional yang lebih luas, berkapasitas tinggi, reliable, dan scalable. Kapabilitas tersebut penting untuk menjawab kebutuhan perusahaan yang terus berkembang seiring semakin besarnya penggunaan data dan layanan digital.”

Dengan adanya sistem kabel laut ini, para pelaku usaha di Indonesia akan lebih mudah untuk mengakses layanan digital terkini dan memanfaatkan teknologi terbaru untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas mereka. CANDLE diharapkan dapat menjadi pendorong utama dalam transformasi digital di Indonesia.

Kesimpulan dan Harapan Masa Depan

Pembangunan kabel laut di Batam melalui proyek CANDLE adalah langkah penting menuju peningkatan konektivitas digital Indonesia. Dengan dukungan berbagai pihak dan teknologi yang mutakhir, proyek ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi digital nasional. Dalam jangka panjang, CANDLE akan menjadi tulang punggung bagi berbagai inovasi dan layanan digital yang akan datang.

➡️ Baca Juga: Polisi Tindak Cepat Amankan Tiga Pelaku Pengrusakan Rumah Rois Syuriah MWCNU Cimenyan

➡️ Baca Juga: Erupsi Gunung Anak Krakatau Berakhir Setelah 25 Jam Tanpa Gangguan

Related Articles

Back to top button