Meluncurkan Snapdragon X2 Elite Extreme, Penilaian Benchmark yang Mengesankan

Seperti layaknya panggung teknologi yang siap memamerkan inovasi terbaru, Qualcomm baru-baru ini memperkenalkan produk terbarunya ke pasar, chipset laptop bernama Snapdragon X2 Elite Extreme. Chipset ini dirancang khusus untuk meningkatkan performa perangkat Windows berbasis ARM. Meski demikian, penilaian benchmark awal menunjukkan bahwa perangkat ini masih berada di bawah chipset terbaru dari Apple, M5 Pro dan M5 Max, yang digunakan pada laptop MacBook generasi terbaru.

Snapdragon X2 Elite Extreme: Meningkatkan Performa Laptop Windows Berbasis ARM

Laporan WCCF Tech mengungkapkan bahwa Snapdragon X2 Elite Extreme hadir dengan CPU 18 core berbasis Oryon generasi ketiga. Ini adalah produk langsung dari Qualcomm yang ditujukan untuk meningkatkan performa laptop Windows berbasis ARM. Peningkatan ini telah mendorong chipset ini mencatat hasil benchmark yang cukup tinggi dibandingkan generasi sebelumnya.

Dalam pengujian Geekbench 6 pada laptop Asus Zenbook 16, Snapdragon X2 Elite Extreme memperoleh skor:

Hasil ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan chipset Snapdragon X Elite generasi sebelumnya.

Apple M5 Pro dan M5 Max: Masih Memimpin di Hasil Benchmark

Walaupun Snapdragon X2 Elite Extreme telah mengalami peningkatan performa yang signifikan, hasil benchmark menunjukkan bahwa chipset Apple masih memimpin. Dalam pengujian Geekbench 6 yang sama, Apple M5 Pro dan M5 Max mencatat performa yang lebih tinggi baik dalam pengujian single-core maupun multi-core.

Berikut adalah perbandingan skor benchmarknya:

Hasil tersebut menunjukkan bahwa M5 Pro dan M5 Max memiliki keunggulan hingga sekitar 26 persen pada pengujian multi-core. Menariknya, bahkan chipset Apple M4 Max, yang merupakan generasi sebelumnya, masih mampu mencatat skor yang lebih tinggi dari Snapdragon X2 Elite Extreme pada pengujian multi-core.

Benchmark: Acuan Awal Performa Chipset

Benchmark sering digunakan sebagai acuan awal untuk melihat kemampuan performa sebuah chipset. Dalam kasus ini, skor Geekbench menunjukkan bahwa Apple masih memimpin dalam pengembangan chipset laptop berbasis ARM. Namun, Qualcomm baru beberapa generasi mengembangkan CPU custom Oryon untuk laptop, sementara Apple telah mengembangkan Apple Silicon selama beberapa tahun.

Langkah Penting Qualcomm: Mempertahankan Eksistensi di Pasar Laptop Premium

Walaupun masih di bawah Apple, Snapdragon X2 Elite Extreme tetap menjadi langkah penting bagi Qualcomm untuk memperkuat ekosistem Windows on ARM yang kini mulai berkembang di pasar laptop premium.

➡️ Baca Juga: KPAI Dorong Pemerintah Tegakkan Kepatuhan Platform Digital pada Permenkomdigi 9/2026 untuk Lindungi Anak

➡️ Baca Juga: Strategi Efektif Mengalokasikan THR untuk Dana Pendidikan Anak: Panduan Praktis

Exit mobile version