TPA Sarimukti Terancam Tutup pada Akhir 2026, Pemkot Cimahi Tingkatkan Pengelolaan Sampah

Pemerintah Kota Cimahi kini sedang mempersiapkan berbagai langkah strategis untuk menghadapi penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti yang direncanakan akan ditutup pada akhir tahun 2026. Langkah ini sangat penting demi menghindari penumpukan sampah di berbagai titik Kota Cimahi, yang jika tidak ditangani dengan baik, dapat menimbulkan masalah serius bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Kesiapan Pemkot Cimahi Menghadapi Penutupan TPA Sarimukti
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi, Chanifah Listyarini, mengindikasikan bahwa pihaknya masih menunggu konfirmasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengenai tanggal pasti penutupan operasional TPA Sarimukti. Kejelasan dari pemerintah provinsi ini sangat dibutuhkan agar semua pihak dapat mempersiapkan langkah-langkah yang diperlukan.
Walaupun masih menunggu kepastian tersebut, DLH Kota Cimahi tidak ingin berdiam diri. Mereka berkomitmen untuk memperkuat pengelolaan sampah di tingkat kelurahan guna mengurangi volume sampah yang akan dikirim ke TPA Sarimukti. Langkah ini bertujuan agar persiapan menghadapi penutupan dapat dilakukan secara efisien dan terencana.
Pentingnya Persiapan Dini dalam Pengelolaan Sampah
Menurut Chanifah, kesiapan dalam penanganan sampah harus dimulai sejak sekarang. Penutupan TPA Sarimukti tidak bisa dilakukan secara mendadak tanpa adanya sistem pengangkutan dan pengolahan sampah yang memadai di masyarakat. Keterlambatan dalam persiapan dapat memicu protes dari warga jika pengumuman penutupan disampaikan tanpa ada solusi yang jelas.
“Kami tidak dapat hanya mengumumkan penutupan TPA kepada warga tanpa adanya rencana pengangkutan yang jelas. Hal ini bisa menimbulkan reaksi negatif dari masyarakat. Oleh karena itu, kami sedang menyiapkan penataan sistem di lapangan sambil terus memberikan edukasi kepada warga mengenai pengelolaan sampah secara mandiri,” jelasnya.
Strategi Pengelolaan Sampah di Tingkat Kelurahan
Dalam upaya pengelolaan sampah yang lebih efektif, Pemerintah Kota Cimahi telah mengeluarkan Surat Keputusan Wali Kota yang menargetkan pengelolaan sampah dilakukan dengan pembagian proporsi. Sebanyak 60 persen dari total volume sampah harus diselesaikan di tingkat kelurahan, sementara 40 persen sisanya akan ditangani oleh DLH Kota Cimahi.
Chanifah menegaskan pentingnya penyelesaian pengelolaan sampah di tingkat lokal. Sampah organik, misalnya, dapat diolah menjadi maggot atau kompos, sedangkan sampah anorganik yang masih memiliki nilai ekonomis bisa disalurkan ke bank sampah atau pengepul. Dengan cara ini, volume sampah yang dikirim ke TPA Sarimukti dapat diminimalisasi.
- Pengolahan sampah organik menjadi maggot atau kompos.
- Penyaluran sampah anorganik ke bank sampah.
- Pemberian edukasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah.
- Pembagian tugas pengelolaan sampah di tingkat kelurahan dan DLH.
- Peningkatan kesadaran akan pentingnya pengurangan sampah.
Tujuan Akhir: Mengurangi Residu Sampah ke TPA Sarimukti
Dengan menerapkan strategi tersebut, diharapkan jumlah sampah yang dibawa ke TPA Sarimukti nantinya hanya terdiri dari residu yang tidak dapat diolah lebih lanjut. Langkah ini diharapkan dapat membantu mengurangi beban di TPA dan memperpanjang umur operasional TPA Sarimukti sebelum penutupan yang direncanakan.
“Kami mendorong masyarakat untuk mengelola sampahnya dengan baik. Sampah organik bisa diolah menjadi maggot dan kompos, sementara sampah anorganik yang masih bermanfaat sebaiknya disetorkan ke bank sampah atau pengepul. Dengan cara ini, hanya residu yang akan kami angkut ke TPA,” ungkap Chanifah.
Inisiatif Sapu Jagat RT untuk Pengelolaan Sampah yang Lebih Baik
Upaya pengelolaan sampah ini diperkuat melalui program Sapu Jagat RT, yang dikenal juga sebagai Sapa dan Peduli Lingkungan Bersama ASN di RT. Dalam program ini, sebanyak 1.728 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Pemerintah Kota Cimahi dikerahkan untuk menjadi pembina dalam pengelolaan sampah di tingkat RT di seluruh wilayah Kota Cimahi.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik. Selain itu, ASN akan memberikan dukungan dan bimbingan langsung kepada warga dalam praktik pengelolaan sampah sehari-hari. Dengan pendekatan ini, diharapkan ada perubahan signifikan dalam pola pikir masyarakat tentang pengelolaan sampah.
Peran Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah
Partisipasi masyarakat sangat penting dalam keberhasilan program ini. Edukasi dan pendekatan yang tepat akan membantu masyarakat untuk lebih memahami pentingnya pengelolaan sampah yang efektif. Masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga lingkungan.
- Menyadari pentingnya pengurangan sampah.
- Aktif dalam program pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing.
- Berpartisipasi dalam kegiatan bank sampah.
- Melakukan pengolahan sampah organik di rumah.
- Mengikuti edukasi yang diberikan oleh ASN dan DLH.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan Kota Cimahi dapat menghadapi tantangan penutupan TPA Sarimukti dengan lebih baik, dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi seluruh warga. Pengelolaan sampah yang efektif dan partisipasi aktif dari masyarakat adalah kunci menuju masa depan yang lebih baik dalam pengelolaan lingkungan hidup.
➡️ Baca Juga: KAI Logistik Luncurkan Angkutan Ternak di Banyuwangi, Apa Alasan Pemilihan Stasiun Ini?
➡️ Baca Juga: Driver Ojol Gelar Aksi di Unpad, Protes Terhadap Kebijakan QR Code yang Diterapkan




