Tawur Agung Kesanga: Persiapan Menyambut Hari Raya Nyepi dengan Khidmat

Dalam menyambut Hari Suci Nyepi Caka 1948, prosesi Tawur Agung Kesanga diadakan di Kota Denpasar. Kegiatan ini dihelat pada saat Tilem Sasih Kesanga dan berlangsung di Kawasan Catus Pata Catur Muka. Acara ini melibatkan partisipasi aktif dari Pemerintah Kota Denpasar serta masyarakat setempat.

Makna dan Pelaksanaan Tawur Agung Kesanga

Tawur Agung Kesanga adalah bagian penting dari perayaan Nyepi, yang dilaksanakan dengan penuh khidmat. Dalam prosesi ini, alunan musik gambelan, kekidungan, serta pertunjukan rejang renteng dan baris gede turut menghiasi upacara. Prosesi ini dipimpin oleh enam sulinggih dari Sarwa Sadhaka, yang memberikan nuansa sakral dan spiritual.

Partisipasi Umat Hindu

Acara ini dihadiri oleh banyak umat Hindu yang berasal dari Kota Denpasar serta perwakilan dari berbagai Desa Adat. Kehadiran mereka menunjukkan betapa pentingnya nilai-nilai spiritual dan tradisi dalam kehidupan masyarakat Bali.

Peran Pemerintah dalam Prosesi

Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menjelaskan bahwa pelaksanaan Tawur Agung Kesanga merupakan bagian dari rangkaian Hari Suci Nyepi. Setelah acara tawur, rangkaian dilanjutkan dengan malam Pangerupukan, yang ditandai dengan pengarakan ogoh-ogoh, sebuah prosesi yang melambangkan pengusiran bhutakala.

Penyerahan Tradisi kepada Desa Adat

Jaya Negara menekankan bahwa pelaksanaan malam Pangerupukan dan Nyepi sepenuhnya diserahkan kepada masing-masing Desa Adat. Hal ini dilakukan agar pelaksanaan adat dan tradisi sesuai dengan norma dan awig-awig yang berlaku di setiap daerah.

Inisiatif Pelestarian Budaya

Tahun ini, Kota Denpasar juga menerapkan Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2024 tentang Pelestarian Ogoh-Ogoh. Peraturan ini bertujuan untuk menjaga agar adat dan budaya Bali tetap terjaga dan lestari, serta didukung oleh Desa Adat sebagai garda terdepan dalam pelestarian budaya.

Harapan untuk Pelaksanaan Khidmat

“Mari kita laksanakan malam Pangerupukan dan Catur Brata Penyepian ini dengan khidmat,” ujar Jaya Negara. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk melaksanakan prosesi dengan penuh rasa tanggung jawab, sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar, tertib, aman, dan kondusif.

Rangkaian Acara Nyepi Caka 1948

Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Antara, menyampaikan bahwa prosesi Tawur Agung Tilem Kesanga sudah dimulai sejak tanggal 3 Maret 2026 dengan mepiuning. Selanjutnya, Nyukat Genah diadakan di Timur Laut Patung Catur Muka pada 10 Maret 2026.

Runtutan Acara Nyepi

Selain itu, acara lainnya seperti Ngingsah dan Mapepada telah dilaksanakan di Pura Agung Jagatnatha Denpasar. Dalam pelaksanaan Tawur Agung Kesanga, beberapa sulinggih yang turut berpartisipasi antara lain:

Kerjasama untuk Kesuksesan Acara

Ida Bagus Alit Antara berharap agar semua pihak dapat berkolaborasi untuk memastikan rangkaian Hari Suci Nyepi Caka 1948 berlangsung dengan baik. Ia mengingatkan pentingnya kerjasama untuk menciptakan suasana yang aman dan kondusif selama pelaksanaan acara.

Catur Brata Penyepian

Dalam rangkaian Nyepi Caka 1948, terdapat beberapa kegiatan utama. Nyepi Sipeng dijadwalkan pada tanggal 19 Maret 2026, dilaksanakan selama 24 jam penuh, mulai pukul 06.00 Wita hingga 06.00 Wita keesokan harinya. Selama periode ini, masyarakat diharapkan menjalankan Catur Brata Penyepian, yang meliputi:

Dengan pelaksanaan yang terencana dan penuh makna, prosesi Tawur Agung Kesanga menjadi simbol persatuan serta pelestarian budaya Bali. Setiap elemen dalam acara ini berkontribusi pada kesakralan dan kedamaian yang diharapkan dalam menyambut Hari Raya Nyepi.

➡️ Baca Juga: Karhutla Riau Meluas, Tim Manggala Agni Dapatkan Dukungan dari Sumsel dan Jambi

➡️ Baca Juga: Produksi Ikan Lebak Meningkat, Membuka Peluang Pasar Global yang Luas

Exit mobile version