Prabowo Apresiasi Lonjakan Laba dan Dividen BUMN Pasca Operasional Danantara

Jakarta – Dalam sebuah pernyataan yang menggembirakan, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembenahan yang dilakukan dalam tata kelola dan manajemen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mulai menunjukkan hasil yang signifikan. Hasil positif ini, menurut Prabowo, dipengaruhi oleh peran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dalam pengelolaan dan optimalisasi aset BUMN. Dalam presentasinya mengenai kinerja BUMN, Prabowo menyoroti lonjakan laba yang dicatat oleh beberapa perusahaan pelat merah pada semester pertama tahun 2026.
Pembenahan BUMN dan Peningkatan Kinerja
Prabowo menegaskan, “Pembenahan BUMN kita lakukan secara besar-besaran.” Contohnya, PT Timah Tbk (TINS) berhasil mencatatkan keuntungan sebesar Rp2,7 triliun dalam enam bulan pertama 2026, angka ini meningkat hampir sembilan kali lipat dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Selain PT Timah, sejumlah BUMN lainnya juga menunjukkan peningkatan kinerja yang menggembirakan.
Beberapa data yang berhasil dihimpun menunjukkan bahwa laba bersih PT Semen Indonesia meningkat 408,9 persen, Pupuk Indonesia melonjak 252,8 persen, serta Pertamina, Pegadaian, Pelindo, dan PTPN masing-masing mengalami peningkatan laba sebesar 86 persen, 84,4 persen, 60,4 persen, dan 54,4 persen. Prabowo menilai bahwa tren positif ini menunjukkan bahwa perbaikan manajemen dan tata kelola BUMN dapat memberikan dampak signifikan dalam waktu yang relatif singkat.
Peran Danantara dalam Pembenahan BUMN
Prabowo juga mengaitkan perbaikan kinerja BUMN dengan langkah-langkah yang diambil pemerintah bersama Danantara. Ia menggarisbawahi pentingnya pengelolaan BUMN yang berbasis pada kondisi keuangan yang sebenarnya, termasuk melakukan koreksi terhadap laporan keuangan yang tidak mencerminkan kinerja riil perusahaan. “Kita tidak mau toleransi dengan permainan angka, dengan laporan palsu. Kita harus dapat angka-angka yang benar, angka yang tepat, walaupun kadang-kadang pahit,” ujarnya.
Lebih lanjut, Prabowo menjelaskan bahwa pemerintah telah melakukan koreksi signifikan terhadap laporan keuntungan sejumlah BUMN. Setelah dilakukan pembenahan, keuntungan BUMN pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp186 triliun, yang kemudian meningkat menjadi Rp326 triliun pada tahun 2025, mengalami pertumbuhan sebesar 75,3 persen. Angka ini mencerminkan keuntungan yang diperoleh setelah melakukan pembenahan tanpa adanya “permainan angka”.
Peningkatan Dividen BUMN sebagai Indikator Kinerja
Dari sisi dividen, setoran BUMN kepada negara juga menunjukkan peningkatan yang signifikan. Dividen BUMN pada tahun 2024 mencatatkan Rp85,5 triliun, meningkat menjadi Rp142,3 triliun pada tahun 2025, atau meningkat sekitar 67 persen. Prabowo mengingatkan bahwa ukuran kinerja BUMN juga perlu memperhatikan dividen bersih setelah memperhitungkan Penyertaan Modal Negara (PMN) dari APBN.
Pada tahun 2024, dividen BUMN setelah dikurangi PMN mencapai Rp53 triliun. Angka ini kemudian meningkat menjadi Rp138 triliun pada tahun 2025, menunjukkan kenaikan sekitar 160 persen. “Dividen BUMN di tahun 2026 ini diproyeksikan kembali naik sampai dengan Rp200 triliun tanpa ada PMN,” ungkap Prabowo. Jika dibandingkan dengan posisi tahun 2024, dividen bersih tersebut berpotensi meningkat hampir empat kali lipat pada tahun 2026.
Restrukturisasi PT Garuda Indonesia Tbk
Salah satu BUMN yang juga mendapatkan perhatian dari Prabowo adalah PT Garuda Indonesia Tbk. Ia menyoroti langkah restrukturisasi yang dilakukan terhadap perusahaan penerbangan ini. Menurutnya, pemerintah berhasil mengaktifkan kembali pesawat-pesawat Garuda Indonesia yang sebelumnya tidak beroperasi. Hingga bulan Juni 2026, sebanyak 20 pesawat tambahan berhasil direaktivasi, sehingga total pesawat Garuda Indonesia yang kembali beroperasi mencapai 140 unit.
Prabowo menyatakan bahwa kondisi ini memberikan harapan bagi Garuda untuk kembali mencatatkan keuntungan setelah bertahun-tahun mengalami tekanan keuangan. “Garuda Indonesia yang sudah sekian tahun rugi sekarang sudah ada harapan untuk kembali untung,” ujarnya. Ia menambahkan, tekanan akibat konflik di Timur Tengah juga turut mempengaruhi proyeksi kinerja Garuda. Pemerintah berharap maskapai ini dapat kembali mencatatkan keuntungan pada awal tahun 2027.
Apresiasi terhadap Manajemen Danantara
Pada kesempatan tersebut, Prabowo juga memberikan penghargaan kepada manajemen dan pimpinan Danantara atas upaya mereka dalam melakukan pembenahan BUMN. Ia menekankan bahwa peningkatan kinerja BUMN menjadi bukti bahwa perusahaan negara dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian apabila dikelola dengan baik. “Ini membuktikan dengan manajemen yang akal sehat, dengan niat tidak menipu, keberhasilan kita bisa datang dengan sangat cepat,” tegasnya.
Prabowo bahkan menyarankan agar pimpinan Danantara layak mendapatkan penghargaan atas kontribusinya dalam transformasi pengelolaan BUMN. “Saya kira pantas pimpinan Danantara nanti mendapat bintang kehormatan yang pantas di suasana hari kemerdekaan ini,” tuturnya. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk terus mendorong kinerja BUMN agar semakin baik dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian negara.
Strategi ke Depan untuk BUMN
Melihat perkembangan yang positif ini, Prabowo berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan dan pengawasan atas kinerja BUMN ke depan. Ia ingin memastikan bahwa semua BUMN dapat beroperasi secara efisien dan memberikan kontribusi maksimal kepada negara. “Kami akan terus melakukan evaluasi dan pembenahan agar BUMN dapat berfungsi sesuai dengan harapan masyarakat,” pungkasnya.
Sebagai langkah strategis, pemerintah juga akan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan BUMN. Ini termasuk membuat laporan keuangan yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga masyarakat dapat melihat langsung kinerja BUMN yang sebenarnya. Dengan demikian, kepercayaan publik terhadap BUMN pun diharapkan dapat meningkat.
Pentingnya Kinerja BUMN bagi Ekonomi Nasional
Kinerja BUMN yang baik sangat penting bagi perekonomian nasional. Dengan laba yang terus meningkat dan dividen yang signifikan, BUMN dapat berkontribusi pada pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik yang lebih baik. Selain itu, peningkatan kinerja BUMN juga dapat menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor.
Pemerintah menyadari bahwa BUMN memiliki peran strategis dalam perekonomian, sehingga upaya pembenahan dan peningkatan kinerja harus terus dilakukan. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang mandiri dan berdaya saing di kancah global.
Menjaga Momentum Positif
Untuk menjaga momentum positif ini, dibutuhkan sinergi antara pemerintah, manajemen BUMN, dan masyarakat. Prabowo mengajak semua pihak untuk terlibat aktif dalam mendukung BUMN agar dapat beroperasi secara optimal. “Kita semua harus bersatu untuk mendorong BUMN agar lebih baik lagi,” ajaknya.
Dengan kolaborasi yang baik, diharapkan seluruh BUMN dapat terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Ini sangat penting untuk memastikan bahwa BUMN tetap relevan dan mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Pada akhirnya, keberhasilan BUMN dalam meningkatkan laba dan dividen bukan hanya menjadi tanggung jawab manajemen, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama. Setiap pihak harus berkontribusi untuk memastikan bahwa BUMN dapat memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara.
➡️ Baca Juga: Serangan Drone dan Rudal Iran Terhenti, Arab Saudi, UEA, dan Bahrain Perkuat Sistem Pertahanan
➡️ Baca Juga: Update Harga Emas Terbaru di Pegadaian untuk Galeri24, Antam, dan UBS pada 30 April 2026




