Luhut Soroti Konflik Global, Negara Maju Disebut Dalang Banyak Perang

— Paragraf 1 —
JABAR EKSPRES – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyoroti eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang memanas dalam beberapa waktu terakhir. Ia menilai situasi geopolitik dunia saat ini dipenuhi ketidakpastian yang tinggi.
— Paragraf 2 —
Menurut dia, konflik di Timur Tengah yang berlangsung lebih dari sepekan menambah daftar panjang ketegangan global. Sebelumnya, dunia juga masih dibayangi perang berkepanjangan antara Rusia dan Ukraina, serta ketegangan antara Amerika Serikat dan Venezuela.
— Paragraf 3 —
Perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran sendiri masih terus berlangsung hingga kini dan belum menunjukkan tanda mereda.
— Paragraf 4 —
Berbicara dalam kuliah umum di Universitas Jenderal Achmad Yani, Cimahi, Rabu, 11 Maret 2026, Luhut menilai kondisi global yang tidak stabil menuntut solidaritas di dalam negeri.
— Paragraf 5 —
“Point saya, uncertainty (ketidakpastian) ini masih tinggi. Oleh karena itu kita di dalam negeri harus kompak juga menghadapi ini karena semua dunia menghadapi masalah ini,” kata Luhut.
— Paragraf 6 —
Ia juga menyinggung keterlibatan negara-negara maju dalam berbagai konflik dunia. Menurut dia, sejarah menunjukkan banyak perang berakar dari kebijakan negara besar.
— Paragraf 7 —
“Tapi kalau jujur, kalian belajar sejarah sebenarnya yang menjadi malapetaka (perang) ini semua dalangnya adalah negara-negara maju. Anda lihat betapa Inggris yang menjajah lalu memecah Palestina dengan Israel. Anda lihat Amerika, negara-negara barat setelah Perang Dunia Kedua, Arab Saudi dipecah dengan Abu Dhabi, dengan Dubai, dengan semua,” kata Luhut.
— Paragraf 8 —
Ia menilai dinamika global tersebut tidak lepas dari sikap negara maju yang kerap tidak nyaman ketika negara-negara bekas jajahan memproklamasikan kemerdekaan.
— Paragraf 9 —
Indonesia, kata dia, pernah berada dalam situasi serupa ketika memproklamasikan kemerdekaan pada 1945, yang kemudian menginspirasi gerakan kemerdekaan di berbagai wilayah lain.
— Paragraf 10 —
Luhut juga menyinggung pernyataan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, dalam pidatonya di Munich beberapa waktu lalu.
— Paragraf 11 —
“Jika melhat Rubbio, Menteri Luar Negeri Amerika, di Muenchen pidato sepuluh hari yang lalu, dia sudah mengatakan salah kita melepaskan penjajahan dulu,” terangnya.
— Paragraf 12 —
Ia melanjutkan, Indonesia pada masa lalu berperan sebagai penggerak solidaritas negara-negara berkembang di Asia dan Afrika.
➡️ Baca Juga: Perencanaan Safari Ramadhan Pemprov Lampung di Kalianda: Kehadiran Gubernur di Masjid Nurul Huda
➡️ Baca Juga: Indosat Tuntas Membayar Obligasi dan Sukuk Senilai Rp56 Miliar




