Waktu Pengerjaan TKA SMP Hanya 75 Menit, Ini Penjelasan Resmi Kemendikdasmen

Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk tingkat SMP telah menjadi topik perbincangan hangat di kalangan siswa dan orang tua. Meskipun durasi pengerjaan yang ditetapkan adalah 75 menit untuk setiap mata pelajaran, banyak siswa yang merasa waktu tersebut tidak mencukupi, terutama saat mengerjakan soal matematika. Dalam sebuah acara di Command Center Nasional TKA SMP yang berlangsung di Hotel Four Point Bekasi, Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen, Rahmawati, memberikan penjelasan mengenai penetapan waktu tersebut dan dasar-dasar analisis yang melatarbelakanginya.
Alasan Penetapan Durasi 75 Menit
Menurut Rahmawati, durasi 75 menit dianggap sesuai dengan proses berpikir siswa dalam menyelesaikan berbagai jenis soal yang ada. Dia menekankan bahwa tidak semua soal dalam TKA bersifat rumit, melainkan terdiri dari berbagai komposisi. “Kami membagi komposisi soal menjadi beberapa kategori, termasuk knowing, applying, dan reasoning,” ujarnya. Dengan komposisi tersebut, waktu 75 menit diharapkan cukup bagi siswa untuk menyelesaikan semua jenis soal yang telah disediakan.
Komposisi Soal TKA SMP
Komposisi soal dalam TKA SMP dibagi menjadi tiga kategori utama:
- 30% Knowing: Soal yang bersifat pengetahuan dasar dan dapat dijawab dengan cepat.
- 40% Applying: Soal yang mengharuskan siswa menerapkan pengetahuan dalam konteks tertentu.
- 30% Reasoning: Soal yang memerlukan kemampuan berpikir kritis dan analisis mendalam.
Kombinasi dari ketiga kategori ini menjadi dasar bagi penetapan waktu pengerjaan yang dianggap optimal. Rahmawati menjelaskan, dari berbagai uji coba yang dilakukan sebelumnya, didapatkan bahwa siswa umumnya mampu menyelesaikan soal-soal dalam waktu yang telah ditentukan, tanpa merasa terbebani.
Risiko Penambahan Durasi Pengerjaan
Rahmawati juga mengingatkan bahwa jika waktu pengerjaan TKA diperpanjang, misalnya menjadi 100 menit, hal tersebut bisa berdampak negatif. “Waktu tambahan tidak selalu digunakan untuk menyelesaikan soal,” tegasnya. Dia khawatir siswa justru akan memanfaatkan waktu lebih untuk kegiatan lain, seperti berfoto atau berinteraksi dengan teman, yang tentu saja bisa mengalihkan fokus dari tujuan utama tes.
Data Evaluasi Simulasi TKA
Pihak Kemendikdasmen telah melakukan evaluasi terhadap simulasi TKA yang dilaksanakan pada 6-7 April 2026. Hasil dari evaluasi ini menunjukkan bahwa mayoritas siswa mampu menyelesaikan soal sebelum waktu 75 menit berakhir. “Kami mencatat lebih banyak siswa yang log out sebelum mencapai batas waktu,” imbuh Rahmawati. Data ini menunjukkan bahwa waktu yang ditetapkan sudah cukup efektif dan efisien.
Keberhasilan Pelaksanaan TKA
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, sistem dashboard yang digunakan dalam pelaksanaan TKA memungkinkan pemantauan secara real-time. “Kami dapat melihat siapa yang telah log in dan siapa yang sudah menyelesaikan soal,” ujar Rahmawati. Ini menjadi salah satu langkah untuk memastikan bahwa proses pengerjaan TKA berjalan lancar dan sesuai dengan yang diharapkan.
Persiapan Siswa Menghadapi TKA
Menghadapi TKA SMP, siswa perlu mempersiapkan diri dengan baik. Berikut beberapa tips yang dapat membantu siswa menghadapi tes dengan lebih percaya diri:
- Latihan Soal: Rajin berlatih soal-soal dari tahun-tahun sebelumnya untuk memahami jenis dan pola soal.
- Manajemen Waktu: Belajar untuk membagi waktu dengan baik saat mengerjakan soal.
- Rileks: Menjaga ketenangan dan tidak terburu-buru saat mengerjakan soal.
- Diskusi: Berlatih dengan teman-teman untuk membahas soal-soal yang sulit.
- Persiapan Mental: Membangun mental yang positif dan percaya diri sebelum hari H.
Dengan persiapan yang matang, diharapkan siswa dapat mencapai hasil yang maksimal dalam TKA SMP.
Pentingnya Uji Coba dan Evaluasi
Uji coba yang dilakukan sebelum pelaksanaan TKA adalah langkah penting untuk memastikan kualitas dan keefektifan dari tes tersebut. Rahmawati menekankan bahwa evaluasi berkelanjutan sangat diperlukan untuk memperbaiki dan mengoptimalkan pelaksanaan TKA di masa mendatang. “Kami akan terus melakukan evaluasi dan pengembangan agar TKA dapat berjalan dengan lebih baik setiap tahunnya,” jelasnya.
Peran Kemendikdasmen dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan
Kemendikdasmen memiliki peran krusial dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Melalui pelaksanaan TKA yang terencana dan berbasis data, diharapkan akan muncul generasi muda yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga kemampuan berpikir kritis yang kuat. Rahmawati menambahkan, “Kami berkomitmen untuk menyediakan sistem pendidikan yang mampu mempersiapkan siswa menghadapi tantangan masa depan.”
Kesimpulan
Dalam menghadapi TKA SMP, penting bagi siswa untuk memahami bahwa waktu pengerjaan yang ditetapkan adalah hasil dari analisis yang mendalam. Dengan komposisi soal yang bervariasi, waktu 75 menit sudah dianggap memadai. Selain itu, sikap dan persiapan siswa juga sangat berpengaruh terhadap hasil yang akan dicapai. Dengan dukungan dari Kemendikdasmen dan upaya peningkatan berkelanjutan, diharapkan pelaksanaan TKA di masa depan dapat berjalan lebih baik lagi.
➡️ Baca Juga: Iklan Gratis dan Viral Selai Coklat Melayang, NASA Klarifikasi Misi Artemis II
➡️ Baca Juga: Lukman Sardi Menghadapi Tantangan Terhadap Penerimaan Film Kuasa Gelap Bertema Eksorsisme




