Lonjakan Permintaan Kue Kering 131%, Sektor Makanan dan Kecantikan Mendominasi E-commerce di Bulan Ramadan
Saat ini, kita berada di penghujung bulan Maret 2026, mengantisipasi sepuluh hari terakhir menuju puncak perayaan Idul Fitri. Tak terelakkan, momen ini memicu lonjakan permintaan yang cukup signifikan di berbagai sektor, khususnya di bidang makanan dan kecantikan. Laporan terbaru mengungkapkan tren konsumsi yang cukup menarik dalam memenuhi kebutuhan jamuan hari raya dan persiapan penampilan diri.
Pertumbuhan Signifikan di Sektor Makanan dan Minuman
Periode Ramadan selalu menjadi momentum yang dinantikan oleh industri Makanan & Minuman (Mamin). Data historis menunjukkan bahwa subkategori ini mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan, terutama saat fenomena stok pangan atau pantry stocking.
Lonjakan Permintaan Kue Kering
Momen spesial ini turut merangsang permintaan pada produk Biskuit & Kue Kering. Dalam catatan terbaru, lonjakan permintaan kue kering mencapai angka tertinggi, yakni 131%.
Pertumbuhan Kacang-kacangan
Kacang-kacangan juga menjadi komoditas yang tumbuh signifikan dengan peningkatan mencapai 124%.
Meningkatnya Konsumsi Makanan Siap Saji
Di sisi lain, Makanan Siap Saji juga mencatat peningkatan permintaan hingga 82%.
Kenaikan Permintaan Cokelat
Produk Cokelat tidak ketinggalan mengalami peningkatan permintaan yang cukup signifikan, yakni sebesar 54%.
Sektor Kecantikan Mendominasi E-commerce
Sementara itu, keinginan untuk tampil maksimal saat bertemu keluarga dan kerabat dalam rangka silaturahmi mendorong sektor Kecantikan mengalami pertumbuhan kuat. Subkategori kosmetik dekoratif menjadi produk yang paling banyak dicari oleh konsumen.
Peningkatan Permintaan Foundation
Produk Foundation merajai kenaikan permintaan di sektor kecantikan dengan angka mencapai 96%.
Lonjakan Permintaan Maskara
Sementara itu, Maskara juga mencatat peningkatan sebesar 65%.
Naiknya Permintaan Bedak
Produk Bedak juga mengalami kenaikan permintaan sebesar 43%.
Suplemen Kecantikan Ikut Melonjak
Di luar kategori kosmetik, Suplemen Kecantikan juga mengalami lonjakan permintaan sebesar 66%. Hal ini menunjukkan tren wellness “cantik dari dalam” yang semakin diminati selama bulan puasa.
“Kenaikan signifikan pada Ramadan 2025, seperti lonjakan permintaan kue kering sebesar 131% dan foundation sebesar 96%, memperkuat optimisme kami. Kami memprediksi bahwa pada akhir tahun 2026, pasar FMCG e-commerce Indonesia akan mampu mencapai angka Rp155 triliun,” ujar CEO Hanindia Narendrata melalui siaran pers pada hari Rabu (11/3).
Laporan lengkap mengenai tren konsumsi ini kini telah tersedia bagi pelaku industri yang ingin mendalami insight pasar lebih lanjut. Data ini diharapkan dapat menjadi dasar strategis dalam menyusun langkah distribusi dan pemasaran berbasis data guna menavigasi peluang di sepanjang tahun 2026.
➡️ Baca Juga: Panduan Terperinci Tarif Tol Lebaran 2024 dan Strategi Perencanaan Keuangan untuk Jaminan Mudik Lancar dan Dompet Aman
➡️ Baca Juga: Pemberian Edukasi Menstruasi dan Kesehatan Reproduksi pada Peringatan Hari Perempuan Internasional



