Peti Kemas TPS Capai 122.876 TEUs, Aktivitas Logistik Meningkat Pesat

Dalam era perdagangan global yang terus berkembang, keberlangsungan aktivitas logistik menjadi salah satu kunci utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Di tengah tantangan dan dinamika yang ada, PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) berhasil mencatatkan arus peti kemas yang mengesankan. Pada bulan September 2026, TPS berhasil mencapai 122.876 twenty-foot equivalent units (TEUs). Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan logistik di terminal tersebut tetap terjaga dan bahkan meningkat, berkat produktivitas bongkar muat yang melampaui standar minimum yang ditetapkan.
Pencapaian TPS dalam Arus Peti Kemas
Direktur Utama TPS, Ali Sodikin, menyatakan bahwa pencapaian arus peti kemas pada bulan September 2026 mencerminkan komitmen TPS dalam memberikan layanan operasional yang tidak hanya andal, tetapi juga efisien dan berkelanjutan. Dalam sebuah pernyataan di Surabaya pada tanggal 13 Oktober, ia menekankan pentingnya konsistensi dalam layanan yang diberikan kepada pelanggan.
Dari total arus peti kemas yang tercatat, sebanyak 120.725 TEUs berasal dari pengiriman internasional, sementara sisanya merupakan layanan domestik. Hal ini menunjukkan bahwa TPS tidak hanya berkontribusi pada perdagangan lokal, tetapi juga memiliki peran yang signifikan dalam perdagangan internasional.
Dominasi Ekspor dan Implikasi Positif
Ali menambahkan bahwa tingkat ekspor yang lebih tinggi dibandingkan dengan impor merupakan indikasi positif bagi dinamika perdagangan internasional. Ini memperkuat posisi TPS sebagai terminal yang mendukung kelancaran distribusi barang, yang merupakan salah satu faktor utama dalam menjaga kestabilan ekonomi.
Produktivitas Layanan TPS
Dalam hal produktivitas, layanan internasional TPS mencatat rata-rata box ship hour (BSH) sebesar 51 boks per kapal per jam. Angka ini jauh melampaui standar minimum yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan, yang mengharuskan BSH minimal 48 boks per kapal per jam. Pencapaian ini menunjukkan dedikasi TPS dalam memberikan layanan yang berkualitas kepada pelanggan.
Selama bulan September 2026, TPS melayani 87 kunjungan kapal internasional. Tingkat keterisian lapangan penumpukan atau yard occupancy ratio (YOR) untuk kegiatan ekspor tercatat sebesar 36,48 persen, sedangkan untuk impor mencapai 39,29 persen. Angka-angka ini mencerminkan pengelolaan yang efektif atas lapangan penumpukan yang mendukung kelancaran pergerakan peti kemas.
Pengelolaan Lapangan Penumpukan yang Efektif
Kondisi ini menunjukkan bahwa TPS tidak hanya fokus pada volume arus peti kemas, tetapi juga pada manajemen yang efektif untuk memastikan kelancaran proses bongkar muat dan distribusi barang. Hal ini menjadi landasan penting dalam menjaga kesiapan terminal menghadapi arus logistik yang terus meningkat.
Inovasi untuk Meningkatkan Produktivitas
Untuk lebih meningkatkan produktivitas dan menekan dampak lingkungan dari operasionalnya, TPS mengoptimalkan penggunaan peralatan berbasis listrik. Salah satu inovasi yang diterapkan adalah penggunaan electric quay container crane (E-QCC) dan electric rubber tyred gantry (E-RTG). Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga menunjukkan komitmen TPS terhadap keberlanjutan lingkungan.
Kualitas Layanan yang Terus Ditingkatkan
Ali menegaskan bahwa TPS akan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi operasional. Ini merupakan bagian dari strategi untuk memperkuat peran TPS sebagai salah satu gerbang utama logistik di kawasan timur Indonesia. Komitmen ini penting untuk menjaga keandalan rantai pasok yang menjadi tulang punggung perdagangan di wilayah tersebut.
Menjaga Keandalan Rantai Pasok
Kinerja yang baik dari TPS menjadi bagian dari upaya menjaga keandalan rantai pasok melalui layanan kepelabuhanan yang tidak hanya produktif, tetapi juga efisien dan berkelanjutan. Dengan kondisi yang baik ini, diharapkan TPS dapat terus menjadi pilihan utama bagi para pelaku bisnis yang memerlukan layanan logistik handal.
Keberhasilan TPS dalam mencapai angka arus peti kemas yang signifikan juga mencerminkan kolaborasi yang baik antara berbagai pihak terkait, termasuk pemerintah, pelaku industri, dan komunitas lokal. Dengan sinergi ini, diharapkan pertumbuhan sektor logistik di Indonesia dapat terus berlanjut.
Dalam menghadapi tantangan global yang terus berubah, TPS menunjukkan bahwa dengan inovasi dan manajemen yang baik, sebuah terminal dapat beradaptasi dan berkembang. Hal ini bukan hanya penting untuk TPS sendiri, tetapi juga untuk perekonomian nasional secara keseluruhan.
Dengan pencapaian yang telah diraih, TPS siap untuk menghadapi tantangan ke depan dan berkontribusi lebih besar dalam mendukung perdagangan internasional serta meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global. Kualitas layanan yang tinggi dan efisiensi operasional yang terjaga adalah kunci utama dalam mencapai tujuan tersebut.
➡️ Baca Juga: Polisi Mengungkap Modus Jambret Terkait Ojol di Denpasar Barat, Bali
➡️ Baca Juga: Cedera ACL Menghantam Xavi Simons, Belanda dan Tottenham Terpukul Keras



