Review Kamera Infinix: Apakah Sudah Meningkat? Uji di Zero 40 vs Seri Sebelumnya

Apakah klaim “Always Professional” dari produk terbaru Infinix benar-benar terwujud dalam kualitas foto yang dihasilkan? Banyak pengguna penasaran dengan janji peningkatan besar-besaran pada sistem pemotretan perangkat ini.
Di era dimana konten visual menjadi sangat penting, kualitas kamera menjadi faktor penentu utama saat memilih handphone. Review ini hadir untuk menjawab rasa penasaran tersebut.
Kami akan menguji secara langsung performa produk terbaru ini dan membandingkannya dengan seri lama. Tujuannya jelas: memberikan gambaran nyata tentang evolusi yang terjadi.
Pendekatan kami bersifat objektif namun ramah. Kami akan membahas baik kelebihan maupun kekurangan dengan bahasa yang mudah dipahami, cocok untuk pengguna sehari-hari maupun yang lebih teknis.
Poin Penting yang Akan Dibahas
- Evaluasi mendalam tentang peningkatan performa kamera dibandingkan generasi sebelumnya
- Analisis spesifikasi hardware dan dampaknya pada kualitas foto
- Uji performa dalam berbagai kondisi pencahayaan dan situasi pemotretan
- Review fitur-fitur khusus untuk para pembuat konten kreatif
- Kelebihan dan kekurangan berdasarkan pengujian langsung
- Rekomendasi untuk calon pembeli yang mempertimbangkan perangkat ini
- Validasi klaim “Always Professional” dalam penggunaan nyata sehari-hari
Pengantar: Infinix Zero 40, HP dengan Ambisi Profesional
Peluncuran resmi di Malaysia akhir Agustus lalu membawa angin segar bagi para kreator konten. Produk terbaru ini hadir dengan jargon “Always Professional” yang langsung menyasar mereka yang butuh alat rekam mumpuni.
Ada dua pilihan model yang tersedia untuk konsumen. Perbedaan utamanya terletak pada dukungan jaringan dan chipset yang menjadi otaknya.
- Varian 5G: Menggunakan chipset Dimensity 8200 yang tangguh. Dukungan jaringan generasi terbaru membuat performanya lebih gahar.
- Varian 4G: Dibekali MediaTek Helio G100. Pilihan ini cocok untuk pengguna yang mengutamakan keseimbangan.
Secara desain, kedua varian memiliki modul bulat besar di bagian belakang. Sentuhannya terasa premium, meski ada detail kecil yang membedakan penampilan lensanya.
Soal harga, varian 4G dibanderol mulai 1.200 ringgit Malaysia atau sekitar Rp 4,2 juta. Sementara itu, varian 5G memiliki harga mulai Rp 6 juta.
Kehadiran perangkat ini menjadi berita menarik. Pasalnya, fitur yang ditawarkan sering kali hanya ditemui di kelas flagship.
Ambisi profesionalnya sangat jelas. Fokus pada rekaman video 4K 60fps dan integrasi dengan ekosistem GoPro menunjukkan arah yang serius.
Smartphone ini ditujukan bagi yang ingin performa sistem pemotretan bagus tanpa menguras kantong terlalu dalam. Pertanyaannya, apakah spesifikasi dan klaim mentereng itu benar-benar terasa dalam keseharian?
Review ini akan mengujinya untuk Anda.
Spesifikasi dan Desain: Layar Lengkung & Chipset Gahar
Sebelum membahas hasil pemotretan, penting untuk memahami kemampuan dasar yang ditawarkan oleh perangkat ini. Spesifikasi teknis menjadi fondasi yang menentukan seberapa mulus pengalaman penggunaan sehari-hari.
Baik untuk menonton video maupun bermain game, hardware yang solid sangat diperlukan. Mari kita telusuri komponen-komponen kunci yang tersembunyi di balik bodi perangkat.
Pertama, mari bahas tentang layar. Kedua varian dibekali panel AMOLED lengkung dengan resolusi Full HD Plus. Pengalaman visual yang dihadirkan benar-benar imersif dan memanjakan mata.
Kecerahan puncaknya mencapai 1.300 nits. Angka ini cukup tinggi untuk memastikan tampilan tetap jelas di bawah sinar matahari langsung. Proteksi Gorilla Glass 5 melindungi dari goresan ringan sehari-hari.
Yang membedakan adalah refresh rate. Varian dengan dukungan jaringan terbaru memiliki refresh hingga 144 Hz. Sementara varian biasa mendukung 120 Hz.
Perbedaan ini membuat scrolling dan gaming terasa lebih smooth pada model yang lebih canggih. Responsivitas sentuhan juga meningkat signifikan.
Di bagian dapur pacu, chipset yang digunakan pun berbeda. Varian unggulan mengandalkan MediaTek Dimensity 8200. Processor ini dikenal tangguh untuk multitasking berat dan gaming.
Varian standar menggunakan Helio G100 yang tetap mampu menangani tugas sehari-hari dengan baik. Pemilihan chipset ini jelas disesuaikan dengan target pasar masing-masing.
Untuk memori, tersedia opsi yang cukup generous. Model premium menawarkan RAM 12GB dengan penyimpanan internal 256GB atau 512GB. Kapasitas besar ini cocok untuk menyimpan banyak file dan aplikasi.
Model biasa hadir dengan RAM 8GB dan penyimpanan dengan pilihan kapasitas yang sama. Konfigurasi ini masih tergolong lebih dari cukup untuk kebutuhan rata-rata pengguna.
Daya tahan baterai menjadi perhatian khusus. Kedua model dibekali baterai berkapasitas 5.000 mAh. Kapasitas ini mampu mendukung penggunaan seharian dengan nyaman.
Dukungan fast charging 45W memungkinkan pengisian cepat saat baterai hampir habis. Hanya dalam waktu singkat, daya bisa kembali terisi cukup untuk digunakan beberapa jam.
Keunggulan tambahan ada pada varian unggulan. Model ini mendapatkan fitur charging nirkabel 20W. Kemudahan ini berarti Anda bisa mengisi daya tanpa repot mencolokkan kabel.
Dari sisi desain fisik, garis “Zero” yang menonjol memberikan identitas visual yang kuat. Sentuhan premium terasa jelas saat memegang perangkat ini.
Dimensi dan beratnya dirancang untuk kenyamanan genggam. Meski memiliki layar yang cukup besar, perangkat tetap nyaman digenggam dalam waktu lama.
| Fitur | Varian 5G | Varian 4G |
|---|---|---|
| Chipset | MediaTek Dimensity 8200 | MediaTek Helio G100 |
| RAM | 12GB | 8GB |
| Penyimpanan Internal | 256GB / 512GB | 256GB / 512GB |
| Refresh Rate Layar | 144 Hz | 120 Hz |
| Wireless Charging | 20W | Tidak tersedia |
| Jaringan | 5G | 4G LTE |
Secara keseluruhan, spesifikasi yang ditawarkan memang mengesankan. Pabriannya berhasil menghadirkan fitur-fitur yang biasanya hanya ditemui di kelas lebih tinggi.
Perbedaan antara kedua varian cukup jelas dan memberikan opsi sesuai budget. Pengguna bisa memilih berdasarkan kebutuhan jaringan dan performa yang diinginkan.
Sistem Kamera Infinix Zero 40: 108MP + 50MP Ultrawide

Untuk memahami janji “Always Professional”, kita perlu mengupas tuntas arsitektur sistem pengambilan gambarnya. Inilah bagian yang menentukan apakah klaim tersebut hanya jargon pemasaran atau benar-benar terwujud dalam kualitas visual.
Produk terbaru ini membawa konfigurasi yang cukup ambisius. Tiga modul di bagian belakang bekerja sama untuk menangkap momen dengan cara berbeda.
Yang menarik, pendekatannya tidak hanya pada jumlah megapiksel. Pabriannya memasukkan teknologi pendukung yang biasanya ditemui di kelas lebih tinggi.
Konfigurasi Triple Camera dan Dual Flash Unik
Jantung dari sistem pemotretan ini adalah trio modul belakang. Setiap elemen memiliki peran spesifik dalam menghasilkan gambar yang diinginkan.
Modul utama beresolusi sangat tinggi menjadi andalan untuk detail maksimal. Di sampingnya, modul sudut lebar memberikan perspektif yang lebih dramatis untuk pemandangan atau foto grup.
Modul ketiga berfungsi khusus untuk membaca kedalaman. Fungsinya vital dalam menghasilkan efek buram latar yang natural pada mode portrait.
Sistem pencahayaan juga mendapat perhatian khusus. Dua lampu kilat dengan karakter berbeda disematkan untuk berbagai situasi.
Lampu kilat standar bekerja untuk jarak normal. Sementara lampu kilat telephoto memiliki jangkauan lebih panjang, khusus untuk situasi saat Anda menggunakan zoom digital.
Kecerdasan sistem ini mampu menyesuaikan pencahayaan berdasarkan mode yang dipilih. Hasilnya, cahaya tambahan selalu optimal tanpa membuat gambar terlihat overexposed.
Sensor HM6 dan Dukungan OIS
Kualitas sebuah modul pemotretan sangat ditentukan oleh sensor di dalamnya. Produk terbaru ini mengandalkan sensor Samsung Isocell HM6 untuk modul utamanya.
Sensor ini dikenal dengan kemampuan zoom digital lossless hingga 3x. Artinya, gambar tetap terjaga detailnya saat diperbesar, tanpa terlihat pecah atau buram.
Dukungan OIS (Optical Image Stabilization) menjadi fitur krusial lainnya. Teknologi ini secara fisik menstabilkan modul untuk mengurangi guncangan tangan.
Manfaatnya terasa jelas dalam dua situasi. Pertama, untuk foto dalam cahaya rendah yang membutuhkan shutter speed lambat. Kedua, untuk rekaman video yang membutuhkan gerakan halus dan stabil.
Modul depan juga tidak kalah mengesankan. Dengan resolusi 50MP, ia tidak hanya untuk selfie tajam tetapi juga mendukung perekaman video berkualitas tinggi.
Kemampuan merekam video 4K pada 60 frame per detik dari modul depan adalah fitur langka. Ini menjadikannya alat yang powerful bagi para vlogger dan pembuat konten.
Secara keseluruhan, spesifikasi sistem pengambilan gambar ini menunjukkan keseriusan yang jelas. Pabriannya benar-benar menargetkan segmen kreator yang membutuhkan alat mobile serba bisa.
Uji Performa Kamera: Foto
Setelah memahami spesifikasi teknis, saatnya melihat bagaimana sistem pemotretan ini beraksi di dunia nyata. Klaim “Always Professional” akan diuji melalui serangkaian pengambilan gambar dalam berbagai kondisi.
Kami melakukan pengujian ekstensif di lingkungan yang berbeda. Hasilnya memberikan gambaran jelas tentang kekuatan dan kelemahan perangkat ini.
Kamera Utama 108MP: Detail vs Saturasi Warna
Modul dengan resolusi tinggi ini menunjukkan kemampuan solid dalam menangkap detail. Tekstur halus dan garis tajam terlihat jelas pada gambar yang dihasilkan.
Dynamic range yang ditawarkan cukup reasonable untuk kelasnya. Area gelap dan terang tetap terjaga tanpa kehilangan informasi penting.
Tingkat noise pada kondisi cahaya rendah juga tergolong rendah. Ini menjadi poin plus untuk pemotretan malam hari atau dalam ruangan.
Namun, ada isu konsistensi yang perlu diperhatikan. Saturasi warna terkadang terlalu agresif dan berubah-ubah antar pengambilan gambar.
Hijau daun bisa terlihat sangat hidup di satu foto, tapi agak pucat di foto berikutnya. Perilaku ini membuat hasil kurang predictable bagi yang menginginkan konsistensi.
Fitur lain yang menarik adalah mode native 108MP. Terkadang ia menghasilkan gambar true 108MP, tapi di waktu lain hanya upscale dari 12MP.
Perilaku aneh dari sensor HM6 ini patut dicatat. Pengguna perlu memeriksa setiap hasil untuk memastikan kualitas maksimal.
Zoom Digital Lossless 3x: Kejutan yang Menyenangkan
Ini mungkin menjadi fitur paling mengejutkan dari pengujian kami. Hasil zoom 3x benar-benar impressive dan hampir setara dengan modul telephoto dedicated.
Detail tetap terjaga dengan baik tanpa terlihat pecah atau buram. Teknologi lossless bekerja optimal seperti yang dijanjikan.
Yang lebih menarik, gambar hasil zoom justru memiliki saturasi warna lebih natural. Warna tidak se-agresif pada mode wide biasa.
Kontras dan kecerahan juga tampak lebih seimbang. Hasilnya adalah foto yang terlihat lebih autentik dan enak dipandang.
Untuk situasi sehari-hari, fitur ini sangat berguna. Anda bisa mendapatkan komposisi yang berbeda tanpa kehilangan kualitas signifikan.
Kamera Ultrawide 50MP: Sudut Lebar dengan Karakter Serupa
Modul sudut lebar membawa karakter pemrosesan gambar yang mirip dengan modul utama. Kecenderungan oversaturasi masih terlihat, meski tidak sebanyak saudaranya.
Perspektif yang ditawarkan cukup dramatis untuk pemandangan atau foto grup. Distorsi pada tepi gambar juga terkontrol dengan baik.
Namun, dynamic range lebih terbatas dibanding modul utama. Ini terutama terlihat dalam kondisi high contrast seperti langit cerah dengan bayangan gelap.
Area highlight cenderung blow out lebih mudah. Sedangkan shadow detail bisa hilang jika tidak dikompensasi dengan tepat.
Untuk penggunaan sehari-hari, hasilnya masih cukup memuaskan. Tapi pengguna perlu lebih berhati-hati dengan kondisi pencahayaan ekstrem.
Mode Makro: Manfaatkan Autofocus Ultrawide
Fitur close-up ini memanfaatkan autofocus dari modul sudut lebar. Hasilnya cukup mengesankan untuk foto detail objek kecil.
Detail tekstur terjaga dengan baik pada jarak sangat dekat. Anda bisa melihat pola halus yang biasanya terlewatkan.
Warna pada mode ini tidak sevibrant mode lainnya. Tapi justru ini membuat hasil terlihat lebih natural dan tidak berlebihan.
Kualitas autofocus sendiri cukup cepat dan akurat. Sistem jarang mengalami hunting bahkan pada objek dengan kontras rendah.
Mode ini menjadi alat yang berguna untuk dokumentasi produk atau eksplorasi fotografi kreatif. Hasilnya memadai untuk kebutuhan konten media sosial.
Secara umum, performa fotografi perangkat ini cukup kompetitif untuk kelasnya. Dengan catatan, pengguna mungkin perlu kontrol manual untuk mendapatkan warna yang lebih natural sesuai preferensi pribadi.
Uji Performa Kamera: Video

Bagaimana performa sistem perekaman video dari perangkat terbaru ini dalam menangkap momen bergerak? Klaim profesionalnya diuji lebih ketat di sini.
Kami menguji berbagai mode dan frame rate untuk melihat konsistensi kualitas. Hasilnya memberikan gambaran jelas tentang kesiapan perangkat ini untuk pembuat konten.
Rekaman 4K 30fps: Stabil tapi Autofocus “Hunting”
Pada setelan 4K 30 fps, rekaman terlihat cukup stabil. Dukungan OIS berhasil mengurangi getaran tangan dengan baik.
Detail yang dihasilkan juga tajam dan memadai. Namun, ada dua masalah yang cukup mengganggu pengalaman.
Pertama, dynamic range terbatas. Area yang sangat terang mudah menjadi putih tanpa detail. Terkadang juga muncul purple fringing di tepi objek kontras.
Kedua, perilaku autofocus. Sistem seringkali “hunting” atau mencari fokus ulang, terutama saat Anda bergerak atau subjek bergerak.
Hal ini menyebabkan gerakan jitter yang tidak diinginkan pada rekaman. Di dalam aplikasi kamera, perilaku ini terasa kurang cerdas.
Rekaman 4K 60fps: Lebih Lancar, Tanpa EIS?
Meningkatkan frame rate ke 60 fps memberikan fluiditas gerak yang lebih natural. Video terlihat sangat lancar, cocok untuk adegan cepat atau editing slow motion.
Namun, ada trade-off yang signifikan. Pada mode ini, stabilisasi elektronik (EIS) tidak aktif. Hanya OIS yang bekerja.
Akibatnya, guncangan kamera (camera shake) dan goyangan (wobble) lebih terlihat, terutama saat berjalan. Anda memerlukan tangan yang lebih stabil atau gimbal.
Di sisi positif, tidak adanya crop dari EIS justru menguntungkan. Field of view yang Anda dapatkan lebih luas karena tidak ada potongan gambar.
Video dari Kamera Depan & Ultrawide 4K 60fps
Ini adalah fitur yang cukup ambisius. Baik modul depan maupun sudut lebar mendukung perekaman 4K 60fps.
Kemampuan ini jarang ditemui di smartphone kelas menengah. Pabriannya mengklaim sebagai yang pertama di segmennya.
Sayangnya, klaim ini perlu dilihat secara kritis. Rival seperti OnePlus Nord 4 di harga serupa sudah memiliki 4K 60fps, meski tidak dari semua lensa.
Kualitas praktisnya masih perlu disempurnakan. Tanpa EIS, rekaman dari modul depan dan ultrawide di 60fps terasa kurang stabil untuk vlogging langsung.
Warna dari video sudut lebar juga tidak seoptimal modul utama, terutama dalam cahaya kompleks. Kamera nya untuk selfie video memang memberikan detail tinggi, namun tetap butuh alat bantu stabilisasi.
Secara ringkas, kemampuan videografi perangkat ini menawarkan:
- Kelebihan: Pilihan frame rate tinggi di semua lensa, detail bagus, dan field of view luas pada 4K 60fps.
- Kekurangan: Algoritma autofocus yang perlu ditingkatkan, kurangnya stabilisasi EIS pada mode fps tinggi, dan konsistensi warna.
Untuk kreator, dukungan luas ini adalah awal yang bagus. Namun, kesiapan untuk produksi profesional masih memerlukan perbaikan perangkat lunak dan mungkin alat tambahan.
Fitur Andalan: Kolaborasi dengan GoPro dan Mode Vlog
Salah satu aspek paling menarik dari perangkat ini adalah kemampuannya berkomunikasi dengan gear profesional lain. Kolaborasi dengan GoPro menjadi pembeda utama yang mengubah ponsel menjadi hub kreatif lengkap.
Bagi pembuat konten, integrasi seamless antara alat sangat berharga. Workflow produksi menjadi lebih efisien dan terorganisir.
Jadikan HP sebagai Monitor & Kontrol GoPro
Anda bisa menggunakan layar ponsel sebagai monitor eksternal untuk kamera aksi GoPro. Preview rekaman terlihat lebih jelas dibandingkan layar kecil pada body GoPro itu sendiri.
Kontrol penuh pengaturan tersedia langsung dari genggaman Anda. Fitur ini sangat membantu saat kamera berada di posisi sulit atau berisiko.
Dukungan tersedia untuk model Hero 10 ke atas. Koneksi berjalan stabil melalui koneksi nirkabel khusus.
Manfaatnya tidak hanya untuk monitoring. Anda juga bisa mengatur mode pemotretan, frame rate, dan parameter lain tanpa menyentuh kamera utama.
Ini menghemat waktu saat shooting di lokasi yang challenging. Produksi konten aksi menjadi lebih aman dan terkendali.
| Fungsi | Sebagai Monitor | Sebagai Remote Control |
|---|---|---|
| Keuntungan Utama | Preview lebih besar dan jelas, cocok untuk framing akurat | Kontrol dari jarak jauh, aman untuk posisi berbahaya |
| Kemudahan Penggunaan | Tampilan real-time tanpa lag signifikan | Antarmuka intuitif mirip aplikasi GoPro resmi |
| Untuk Kreator | Memastikan komposisi dan exposure tepat sebelum merekam | Mengganti setelan cepat tanpa mengganggu shot yang sedang berjalan |
| Kompatibilitas | GoPro Hero 10, 11, 12 dan model terbaru | Semua model yang mendukung koneksi Wi-Fi khusus |
Template Vlog dan AI Noise Reduction
Bagi pemula, proses editing sering menjadi hambatan. Mode Vlog Template hadir sebagai solusi praktis dengan panduan step-by-step.
Sistem menyediakan arahan untuk pengambilan gambar dan editing otomatis. Hasilnya langsung siap unggah ke media sosial.
Template yang tersedia sudah dilengkapi musik dan transisi otomatis. Anda hanya perlu mengikuti alur yang ditentukan untuk konten yang kohesif.
Waktu produksi berkurang signifikan. Fokus bisa dialihkan ke konten itu sendiri daripada hal teknis.
AI Noise Reduction bekerja efektif mengurangi suara gangguan. Suara angin dan bising lingkungan saat rekaman outdoor bisa diminimalkan.
Algoritma cerdas membedakan antara suara vokal dan noise background. Hasil audio menjadi lebih jernih dan profesional.
Mikrofon bawaan memiliki sensitivitas yang cukup baik. Suara vokal tertangkap jelas tanpa perlu alat tambahan untuk daily vlog.
Kualitas audio layak untuk kebutuhan konten harian. Untuk produksi lebih serius, microphone eksternal tetap disarankan.
Aplikasi GoPro Quik tersedia secara pre-installed. Editing video langsung dari ponsel menjadi lebih mudah tanpa software pihak ketiga.
Integrasi ekosistem ini menunjukkan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan kreator modern. Workflow yang terhubung memberikan nilai tambah kompetitif nyata.
Perbandingan dengan Seri Sebelumnya: Di Mana Peningkatannya?
Melihat generasi baru ini, pertanyaan utama adalah: seberapa besar lompatan yang berhasil dicapai dibanding pendahulunya? Upgrade yang ditawarkan bukan sekadar penyegaran minor, melainkan lompatan meaningful di area kritis untuk kreator.
Peningkatan paling signifikan hadir di sistem pengambilan gambar. Dukungan OIS pada modul utama 108MP adalah game-changer. Pendahulunya memiliki resolusi sama, tetapi tanpa stabilisasi optikal ini.
Hasilnya, foto dalam cahaya rendah jauh lebih bersih dan tajam. Rekaman video juga terasa lebih halus, mengubah pengalaman secara menyeluruh.
Lompatan besar lainnya ada pada sensor sudut lebar. Upgrade dari 8MP ke 50MP bukan hanya angka. Detail dan dinamika warna untuk foto landscape atau grup meningkat drastis.
Kualitasnya sekarang mendekati modul utama, memberikan fleksibilitas komposisi yang lebih baik. Ini adalah peningkatan spesifikasi yang benar-benar terasa.
Kemampuan videografi juga mengalami revolusi. Dukungan perekaman 4K pada 60 frame per detik dari semua modul adalah fitur baru yang powerful.
Pendahulunya tidak menawarkan kelengkapan ini. Bagi pembuat konten, fleksibilitas untuk merekam dari sudut mana pun dengan kualitas tinggi sangat berharga.
Di balik layar, chipset Dimensity 8200 memberikan tenaga pemrosesan yang lebih tangguh. Proses edit foto dan render video menjadi lebih cepat dan responsif dibanding generasi lama.
Performa keseluruhan perangkat ini lebih gahar, mendukung multitasking kreatif yang lebih berat tanpa lag.
Kolaborasi dengan ekosistem GoPro adalah inovasi yang membedakan. Smartphone ini tidak lagi hanya alat tunggal, tapi menjadi hub kontrol untuk produksi konten yang lebih serius.
Integrasi ini menjadikannya lebih dari sekadar telepon pintar biasa. Ini adalah berita bagus bagi mereka yang sudah memiliki gear aksi.
Pengalaman visual juga ditingkatkan. Layar AMOLED lengkung dengan refresh rate lebih tinggi terasa lebih smooth dan imersif. Desain bodi dan modul belakang juga tampak lebih refined dan premium.
Dari sisi kenyamanan, pengisian daya cepat yang ditingkatkan dan kehadiran pengisian nirkabel pada varian unggulan menambah nilai praktis.
Dengan semua tambahan ini, harga yang sedikit lebih tinggi terasa sebanding. Peningkatan spesifikasi dan fitur yang ditawarkan memberikan nilai lebih yang jelas.
Secara keseluruhan, generasi terbaru ini menunjukkan evolusi yang fokus dan bermakna. Ia menjawab kebutuhan spesifik pasar kreator dengan upgrade yang tepat sasaran.
Kesimpulan: Layak untuk Konten Kreator dengan Catatan
Dari semua pengujian yang dilakukan, perangkat ini layak dipertimbangkan dengan beberapa catatan. Infinix Zero menghadirkan paket lengkap untuk harga yang terjangkau.
Desain dan kualitas build-nya solid. Layar AMOLED lengkung dengan refresh rate tinggi memberikan pengalaman visual memuaskan.
Performa chipset cukup untuk editing video mobile. Baterai 5.000 mAh dengan pengisian cepat 45W mendukung penggunaan seharian.
Sistem kamera menghasilkan foto yang cukup baik untuk kebutuhan sehari-hari. Namun, rekaman video masih perlu penyempurnaan pada stabilisasi dan autofocus.
Fitur integrasi dengan GoPro adalah nilai tambah unik. Ini menjadi berita bagus bagi pengguna kamera aksi.
Secara keseluruhan, smartphone ini adalah opsi kompeten di segmen menengah atas. Perangkat bawaan sudah cukup lengkap untuk kreator konten.
Harga sekitar Rp 6 juta untuk varian 5G terasa sepadan dengan fitur yang ditawarkan. Dengan update software, potensinya bisa lebih maksimal.




