RAM management di Android 15 jauh lebih agresif ini cara disable app killingnya

Survei singkat: lebih dari 40% pengguna melaporkan aplikasi sering ditutup saat berpindah tugas. Itu membuat multitasking terasa kurang andal, terutama di phone dengan banyak aplikasi aktif.

Artikel ini menjelaskan mengapa sistem menggunakan zRAM dan swap, serta mengapa kernel bisa mengeluarkan halaman yang bisa dimuat ulang ke storage. Beberapa OEM seperti Samsung memakai fitur RAM Plus yang menyesuaikan target zRAM, sementara Xiaomi menambah swap di storage lewat Memory Extension.

Kami akan menunjukkan langkah praktis untuk menurunkan perilaku app killing tanpa mengorbankan performance. Panduan menyajikan opsi dari pengaturan bawaan hingga tweak berbasis Magisk, plus cara memantau log agar setiap perubahan terukur.

Tujuan: membantu pengguna di Indonesia membuat multitasking lebih andal, memahami risiko, dan tahu kapan menggunakan atau menonaktifkan swap untuk retensi aplikasi.

Gambaran cepat: mengapa Android 15 terasa lebih agresif membunuh aplikasi

Perilaku ponsel terasa berubah: aplikasi yang diam bisa cepat ditutup ketika beban naik. Ini membuat banyak pengguna melihat tab yang direload atau sesi login yang ter-reset.

Dampak ke sehari-hari

Anda mungkin menemukan page di browser sering reload refresh dan another tab window yang sebelumnya tertutup kembali dari awal.

Notifikasi bisa datang terlambat dan sesi chat kadang reset saat kembali ke app. Itu terjadi terutama saat banyak proses berat berjalan bersamaan.

Mengapa sistem semakin ketat

Sekarang zram berperan besar sebagai kompresi memory untuk mempertahankan lebih banyak aplikasi hidup. Beberapa OEM menambah swap di storage untuk memperpanjang retensi, meski respons bisa sedikit lebih lambat.

Tujuan panduan ini

Tujuan kami adalah membantu Anda minimalkan app kill tanpa mengorbankan kelincahan system. Kita mulai dari setelan bawaan, lalu opsi lebih lanjut, agar phone tetap responsif saat berpindah antar tab dan window.

Ram Management Android 15: cara kerja zRAM, swap, dan LMKD

Mari lihat mekanisme zRAM, opsi swap pada storage, dan peran LMKD saat memory ditekan. Penjelasan singkat ini membantu Anda memahami kapan sistem mempertahankan atau menutup aplikasi.

zRAM sebagai kompresi di RAM: prioritas retensi aplikasi

zRAM bekerja sebagai kolam kompresi di atas ram. Ia menyimpan halaman jarang dipakai agar lebih banyak aplikasi tetap resident.

Jika zram penuh, kswapd mencoba membuang halaman yang bisa dimuat ulang dari storage sebelum menutup aplikasi.

Swap di penyimpanan: kapan OEM mengaktifkannya dan efek performa

Swap di storage bukan bagian dari stock. Beberapa OEM seperti Xiaomi alokasi pada /data, sementara Samsung hanya mengubah target kompresi tanpa partisi swap on-disk.

Swap space memperpanjang retensi app tapi menambah latensi saat pemulihan. Pilih ukuran dengan bijak untuk seimbang antara space dan kecepatan.

LMKD + PSI: parameter tekanan memori yang memicu app killing

LMKD modern membaca sinyal pressure dari PSI, bukan hanya ambang minfree statis. Ini membuat keputusan kill lebih adaptif terhadap beban nyata.

Dengan memahami interaksi zram, swap, dan LMKD, Anda bisa menentukan kapan perlu menambah virtual memory agar aplikasi penting jarang tertutup.

Fitur Cara Kerja Efek pada Performa
zRAM Kompresi halaman di memori Lebih banyak app resident, pemulihan cepat
Swap on-disk File/slot di /data untuk swap space Retensi lebih lama, latency saat load
LMKD (PSI) Gunakan sinyal pressure untuk kill policy Kill lebih adaptif, mengurangi false positive

Mendeteksi gejala agresif: tanda-tanda “app killing” di ponsel Anda

Perhatikan tanda-tanda berikut untuk mengetahui apakah ponsel Anda sering menutup aplikasi secara agresif. Deteksi dini membantu Anda memilih solusi yang tepat tanpa menebak-nebak.

Halaman web sering reload/refresh dan tab hilang

Gejala paling jelas adalah saat sebuah page browser melakukan reload refresh setelah Anda kembali dari aplikasi lain.

Jika another tab window yang sebelumnya terbuka mendadak hilang atau mulai ulang, itu pertanda sistem membuang sesi untuk menekan penggunaan memori.

Aplikasi chat atau game di-boot ulang saat kembali

Aplikasi chat dan game kerap terasa seperti cold start: Anda melihat splash lagi dan session bisa ter-reset.

Notifikasi juga bisa tertunda karena proses push dibatasi saat app dipindahkan ke keadaan tidur.

Gejala Apa yang terjadi Tindakan awal
Reload refresh pada browser Page dimuat ulang, data form hilang Catat frekuensi, tutup apps berat
Tab/window hilang Another tab window menutup atau restart Kurangi jumlah tab, prioritaskan tab penting
Chat/game reboot Session reset, perlu login ulang Periksa izin jalankan di latar belakang
Notifikasi tertunda Push dibatasi saat app tidur Periksa pengaturan baterai untuk app penting

Solusi tanpa root: optimasi setelan bawaan untuk kurangi pembunuhan aplikasi

Sebelum pakai tweak lanjutan, beberapa perubahan di settings ponsel sering memberi peningkatan besar pada stabilitas sesi dan notifikasi. Langkah ini aman dan cocok untuk pengguna di Indonesia yang ingin menjaga chat, email, dan VPN tetap aktif.

Periksa penghemat baterai dan izin “Jalankan di latar belakang”

Buka menu Baterai atau Perawatan perangkat, lalu beri izin Jalankan di latar belakang untuk app penting seperti chat, email, kalender, dan VPN.

Jika tersedia, aktifkan opsi “Jangan optimalkan” per aplikasi agar proses tidak dipaksa mati saat layar mati.

Matikan optimasi agresif vendor dan atur notification channels

Beberapa vendor menambahkan toggle manajemen latar belakang tambahan. Kecualikan aplikasi kritikal agar tidak dipaksa tidur otomatis.

Periksa pengaturan notifications dan notification settings untuk memastikan channel pesan dan panggilan tidak diredam. Sesuaikan agar change notification penting mendapat prioritas.

Setelah perubahan, pantau apakah signed change notification dan signed change datang tepat waktu. Jika masih ada masalah, catat perubahan dan lanjut ke langkah lanjutan.

Mengelola fitur OEM: Samsung RAM Plus dan Xiaomi Memory Extension

Beberapa phone pabrikan menawarkan opsi virtual memory yang berbeda. Pilihan ini langsung memengaruhi retensi aplikasi dan respons saat multitasking.

Samsung: atur target zRAM untuk seimbangkan retensi vs kecepatan

Pada Galaxy S25 Ultra, RAM Plus hanya mengubah target kompresi di zram. Tidak ada partisi atau entry swap di storage, sehingga df -h via ADB menunjukkan tidak ada file swap on-disk.

Setelan tinggi meningkatkan retensi aplikasi tetapi bisa menambah latensi karena kompresi. Jika Anda butuh performance saat gaming, turunkan size target zram untuk respons lebih cepat.

Xiaomi: Memory Extension menambah swap berbasis storage — pro dan kontra

Xiaomi 15 Ultra menambahkan Memory Extension yang mengurangi free data di /data sesuai size yang dipilih. zram tetap 16 GB, sementara swap space baru memakai storage.

Keuntungan: lebih banyak aplikasi bisa bertahan. Kekurangan: pemulihan dari swap bisa lebih lambat dan mengurangi space kosong.

Kapan menurunkan atau menaikkan ukuran virtual memory

Perhatikan zram usage dan total usage memori setelah mengubah opsi. Jika phone terasa lag, kurangi size virtual memory.

Jika banyak aplikasi sering reload, coba naikkan sedikit sampai menemukan titik seimbang. Catat perubahan penggunaan storage untuk melihat dampak nyata.

Vendor Cara kerja Catatan
Samsung Atur target zram No swap on-disk; ubah retensi vs latency
Xiaomi Tambah swap di /data Menambah retensi tapi pakai storage
Rekomendasi Sesuaikan sesuai penggunaan Gunakan use swap dengan bijak; pantau zram usage

Solusi tingkat lanjut dengan root: Magisk module untuk PSI mode dan swappiness dinamis

Jika Anda nyaman pakai root, ada modul yang mengubah aturan kill berdasarkan tekanan nyata, bukan angka statis.

Aktifkan LMKD PSI via Magisk

Pakai magisk module untuk mengaktifkan PSI pada LMKD. Ini membuat keputusan kill mengikuti sinyal pressure, sehingga lebih stabil dibanding minfree lawas.

Fitur dinamis: zram, swap, dan swappiness

Modul menyediakan Multi-zram, dedup (jika kernel mendukung), UFFD garbage collection, dan pembuatan swap on demand sampai ukuran RAM.

Incremental swap dan advanced dynamic swappiness menyesuaikan agresivitas sesuai CPU, memory, dan IO.

Konfigurasi YAML dan catatan MIUI

Pengaturan terpusat di Android/fmiop/config.yaml: swappiness_range, threshold_psi, auto_cpu/memory/io. Versi mudah dilacak seperti commit di repository.

Catatan: pengguna MIUI bisa menemui proses VPN terkill. Solusi praktis: pasang NoSwipeToKill lewat LSPosed untuk kompatibilitas.

Fitur Manfaat Catatan
PSI mode Kill adaptif berdasarkan pressure Perlu root dan modul
Multi-zram & dedup Efisiensi memory dan cepat pemulihan Kernel-dependent
Swap on demand Tambah retensi aplikasi tanpa paksa storage Batas hingga ukuran RAM
YAML config Versi mudah diperiksa (commit, stars) Cek repository untuk panduan

Langkah konfigurasi praktis: dari instalasi hingga tuning multitasking

Langkah praktis berikut memandu Anda dari instalasi modul hingga tuning agar multitasking lebih stabil. Ikuti urutan agar perubahan mudah dilacak dan dapat dikembalikan jika perlu.

Instalasi dan lokasi config

Setelah memasang magisk module, buka penyimpanan internal dan temukan file Android/fmiop/config.yaml. File ini adalah pusat settings untuk tuning.

Atur swappiness dan threshold

Tuning zram, swap, dan mode sleep

Set auto_cpu/memory/io dengan time_window avg60 agar respons stabil. Atur zram activation_threshold 80% dan deactivation_threshold 55 MB.

Untuk swap, pakai activation_threshold 90% dan deactivation_threshold 40%. Aktifkan deactivate_in_sleep true dengan wait_timeout 600 detik.

Parameter Default Contoh Catatan
swappiness_range min 40 / max 140 Min rendah = kill lebih agresif; Max tinggi = retensi naik
zram thresholds act 80% / deact 55 MB Seimbangkan speed vs kapasitas
swap thresholds act 90% / deact 40% Gunakan bijak untuk storage dan latency

Catat setiap perubahan pada file config dan ukur memory usage serta data behavior sebelum melanjutkan eksperimen. Hindari pressure_binding karena sifatnya eksperimental.

Verifikasi dan pemantauan: pastikan perubahan benar-benar bekerja

Sebelum menyimpulkan tweak, penting untuk memverifikasi bahwa perubahan benar-benar berdampak pada perilaku system.

Mulai dari pengamatan real-time hingga arsip log, langkah verifikasi memastikan notifikasi dan sesi tetap stabil setelah tuning.

Melihat log fmiop secara langsung

Jalankan perintah berikut untuk memantau event modul dan pressure secara langsung.

Periksa arsip dan metrik penting

Setelah uji, buka folder Android/fmiop/archives untuk membandingkan data usage sebelum dan sesudah.

Fokus pada metrik: zram usage, perubahan swappiness, dan aktivasi/deaktivasi swap. Catat juga waktu saat sistem melaporkan lonjakan pressure.

Langkah Aksi Tujuan
Pemantauan real-time logcat -s fmiop -v brief Deteksi event memory dan pressure
Analisis arsip Periksa Android/fmiop/archives Bandingkan usage dan data historis
Validasi notifikasi Uji skenario nyata (buka banyak app) Pastikan notifications dan sesi tetap masuk

Catat perubahan seperti commit pribadi untuk setiap konfigurasi. Jika menemukan anomali, simpan log dan periksa repository modul untuk referensi stars atau commit serupa.

Risiko, kompatibilitas, dan cara mundur yang aman

Sebelum melakukan tweak lanjutan, penting memahami risiko dan rencana rollback. Perubahan kebijakan virtual memory dan modul bisa memperbaiki retensi aplikasi, namun juga mengganggu notifikasi dan kestabilan sistem pada beberapa skin.

Dampak ke notifikasi & session: cara menghindari kehilangan data

Mengubah zram, swap, dan kompresi dapat mempengaruhi notifications dan sesi aplikasi. Pastikan aplikasi penting dikecualikan dari optimasi di notification settings dan pengaturan baterai.

Di beberapa skin seperti MIUI, proses latar belakang lebih ketat. Jika VPN atau chat sering dipaksa berhenti, pasang LSPosed NoSwipeToKill sebagai perbaikan praktis.

Kapan menonaktifkan fitur “pressure_binding” dan kembali ke setelan default

pressure_binding dianggap eksperimental dan telah dilaporkan menimbulkan ketidakstabilan. Jika Anda melihat lag, drain baterai berlebih, atau kehilangan signed change notification, segera set nilai ini ke false.

Langkah aman untuk mundur:

  1. Nonaktifkan modul, reboot perangkat.
  2. Pulihkan konfigurasi default OEM atau file config backup.
  3. Periksa sisa storage dan kurangi swap bila diperlukan.
Masalah Tindakan cepat Catatan
Notifikasi terlewat Periksa notification settings dan kecualikan app Uji real-case (pesan, panggilan)
VPN/layanan latar belakang terkill Pasang NoSwipeToKill (LSPosed) atau nonaktifkan modul Terutama di MIUI
Lag atau drain berlebih Turunkan swap dan kompresi, nonaktifkan pressure_binding Rollback ke konfigurasi stabil

Jika perlu referensi kompatibilitas modul dan pedoman vendor, lihat juga panduan resmi untuk memastikan perubahan sesuai requirement kompatibilitas. Catat perubahan Anda, periksa stars pada repository modul, dan simpan log sebagai bukti sebelum melakukan eksperimen lebih lanjut.

Kesimpulan

Kesimpulan: fokus pada kebijakan zram, swap, dan LMKD memberi hasil nyata bagi multitasking di phone sehari-hari.

Mengurangi app killing bukan hanya soal menambah ram, melainkan menata ulang kebijakan agar selaras dengan kebutuhan Anda. Untuk mayoritas pengguna, atur pengecualian aplikasi penting dan optimasi baterai sudah membantu mengurangi reload dan sesi hilang.

Pengguna lanjut bisa pakai modul Magisk+PSI untuk kontrol lebih granular. Pilih titik temu antara performance dan retensi apps: makin besar virtual space meningkatkan peluang apps tetap hidup, tapi bisa menambah latensi pemulihan.

Terakhir, pantau perubahan dengan log, catat setiap commit, dan cek repository serta rating seperti stars untuk solusi aktif. Pastikan notifications tetap andal sebelum menganggap tweak selesai.

Exit mobile version