PKK Kukar Dorong Peran Kaum Ibu dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga

Ketahanan pangan keluarga menjadi salah satu isu penting di tengah tantangan sosial dan ekonomi saat ini. Dengan meningkatnya kebutuhan pangan, peran aktif kaum ibu sangat diperlukan untuk menciptakan solusi yang berkelanjutan. Di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Tim Penggerak PKK memfasilitasi upaya ini dengan menggugah kesadaran para ibu untuk memanfaatkan pekarangan rumah mereka sebagai sumber pangan. Melalui penanaman sayuran dan budi daya ikan, diharapkan setiap keluarga dapat memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari dengan lebih mandiri.
Mendorong Peran Kaum Ibu dalam Ketahanan Pangan
Ketua Kelompok Kerja (Pokja) III PKK Kabupaten Kukar, Rizal, menyatakan komitmen mereka untuk terus mendukung peningkatan ketahanan pangan keluarga. “Kami mendorong kaum ibu untuk aktif dalam menanam sayuran, palawija, buah-buahan, serta melakukan budi daya ikan dan beternak unggas. Semua ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan ruang yang ada di sekitar rumah,” ujarnya di Tenggarong Seberang pada hari Ahad.
Rizal juga menjelaskan bahwa bagi ibu-ibu yang memiliki halaman, baik di depan maupun belakang rumah, ada banyak jenis tanaman yang dapat ditanam. Bagi yang tidak memiliki pekarangan luas, mereka bisa menggunakan pot atau polibag untuk menanam berbagai sayuran. Selain itu, sistem aquaponik, akuakultur, dan bioflok juga bisa menjadi alternatif untuk budi daya ikan, sehingga setiap keluarga tetap dapat menikmati hasil pangan yang sehat.
Pentingnya Estetika dalam Pertanian Perkotaan
Dalam upaya memanfaatkan ruang kosong atau pekarangan untuk ketahanan pangan, Rizal juga menekankan pentingnya menjaga estetika. “Keindahan dan kesehatan harus tetap diutamakan, karena hidup bermasyarakat memerlukan suasana yang nyaman,” katanya. Hal ini menunjukkan bahwa upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan tidak harus mengorbankan keindahan lingkungan.
Pengelolaan Sampah untuk Mendukung Ketahanan Pangan
PKK Kukar juga mengajak masyarakat untuk lebih sadar akan pengelolaan sampah. Menurut Rizal, dengan memilah sampah, masyarakat dapat memperoleh manfaat yang beragam. Sampah organik dapat diolah menjadi pupuk yang menyuburkan tanaman, sementara sampah non-organik bisa dimanfaatkan untuk kerajinan bernilai tambah.
Pembinaan Berkelanjutan untuk Masyarakat
PKK Kukar secara rutin melakukan pembinaan di berbagai tingkat, baik di kecamatan maupun di desa/kelurahan. Dalam minggu ini, kegiatan pembinaan berlangsung di Desa Manunggal Jaya, Kecamatan Tenggarong Seberang. Pembinaan ini berfokus pada pengembangan ketahanan pangan keluarga dan diintegrasikan dengan lomba “Aku Hatinya” yang bertujuan untuk menciptakan halaman rumah yang asri, teratur, indah, dan nyaman.
- Penataan pekarangan rumah
- Pemanfaatan tanaman produktif seperti apotik hidup
- Pembangunan warung hidup
- Pendirian lumbung hidup
- Peningkatan kebersihan lingkungan
Fokus pada Kebersihan dan Inovasi
Rizal menambahkan bahwa pembinaan ini juga menekankan pentingnya kebersihan lingkungan untuk menciptakan kenyamanan. “Administrasi dan inovasi juga menjadi bagian penting, agar pencatatan dasa wisma bisa tersusun dengan rapi dan desa/kelurahan berinovasi dalam mengikuti lomba,” ujarnya. Hal ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan tidak hanya melibatkan aspek pertanian, tetapi juga pengelolaan lingkungan yang baik.
Kompetisi sebagai Sarana Penyemangat
Lomba “Aku Hatinya PKK” yang diadakan dari tingkat kecamatan hingga provinsi menjadi momentum yang signifikan untuk mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah mereka. “Lomba ini bukan hanya untuk meraih juara, tetapi juga untuk mendorong masyarakat agar pekarangan mereka menjadi lebih asri, tertata, dan produktif dalam menyediakan beragam bahan pangan,” jelas Rizal.
Komitmen PKK Kukar terhadap Kemandirian Pangan
PKK Kukar tidak hanya fokus pada kemenangan dalam lomba “Aku Hatinya PKK”. Menurut Rizal, pembinaan yang dilakukan merupakan upaya nyata pemerintah untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. “Kami berkomitmen untuk memberdayakan masyarakat dalam hal kemandirian pangan dan tanaman obat di tingkat desa/kelurahan,” tegasnya. Dengan demikian, program ini tidak hanya bermanfaat dalam jangka pendek, tetapi juga berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Melalui langkah-langkah yang diambil oleh PKK Kukar, diharapkan bahwa ketahanan pangan keluarga dapat terwujud dengan lebih baik. Keterlibatan kaum ibu dalam pengelolaan pekarangan dan budi daya ikan serta tanaman menjadi kunci dalam menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan. Dengan dukungan dan pembinaan yang terus menerus, masyarakat di Kabupaten Kukar dapat mencapai kemandirian pangan yang lebih baik, sehingga meningkatkan kualitas hidup mereka.
➡️ Baca Juga: Wamendagri Bima Arya Ungkap Strategi Ampuh Atasi Masalah Kemacetan dan Sampah Jabodetabek
➡️ Baca Juga: Harga Honda PCX Bekas 2025 Mengalami Kenaikan Signifikan, Simak Rinciannya




