Pendaftar Tembus 5.000 Orang, Kuota Pelatihan PPKD Jakarta Timur Hanya untuk 1.440 Peserta

— Paragraf 1 —

JAKARTA – Tingginya minat masyarakat mengikuti pelatihan kerja di Pusat Pelatihan Kerja Daerah Jakarta Timur menjadi perhatian DPRD DKI Jakarta. Jumlah pendaftar seiap tahun tercatat jauh melampaui kuota pelatihan yang tersedia sehingga banyak calon peserta belum dapat terakomodasi.

— Paragraf 2 —

Kepala PPKD Jakarta Timur Teguh Hendarwan mengatakan antusiasme warga untuk mengikuti pelatihan terus meningkat dari tahun ke tahun.

— Paragraf 3 —

“Tahun itu ada 5.613 pendaftar di 10 kejuruan,” ujar Teguh Hendarwan.

— Paragraf 4 —

Menurut Teguh, jumlah tersebut jauh lebih besar dibandingkan kapasitas pelatihan yang tersedia setiap tahun. Saat ini kuota pelatihan yang dapat ditampung PPKD Jakarta Timur hanya sekitar 1.440 peserta.

— Paragraf 5 —

Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat harus menunggu kesempatan berikutnya untuk mengikuti pelatihan. Padahal program pelatihan kerja tersebut menjadi salah satu jalur penting bagi warga untuk meningkatkan keterampilan dan peluang kerja.

— Paragraf 6 —

Teguh menjelaskan jika fasilitas pelatihan diperluas, jumlah peserta yang dapat dilatih setiap tahun bisa meningkat secara signifikan.

— Paragraf 7 —

“Kalau fasilitasnya bertambah, kami bisa melatih sekitar lima ribu peserta per tahun,” kata Teguh Hendarwan.

— Paragraf 8 —

PPKD Jakarta Timur sendiri menyelenggarakan pelatihan di berbagai bidang kejuruan yang menyesuaikan kebutuhan dunia kerja. Program tersebut dirancang agar peserta memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri.

— Paragraf 9 —

Selain menyiapkan tenaga kerja untuk pasar domestik, lembaga pelatihan tersebut juga menargetkan sebagian lulusan dapat bekerja di luar negeri. Hal ini menjadi bagian dari upaya memperluas peluang kerja bagi masyarakat Jakarta.

— Paragraf 10 —

“Kami menargetkan 40 persen lulusan terserap di pasar kerja internasional,” ucap Teguh Hendarwan.

— Paragraf 11 —

Sementara itu, Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin mendorong pengembangan fasilitas pelatihan kerja melalui skema pembiayaan kreatif. Ia menilai keterbatasan anggaran daerah menjadi salah satu kendala dalam memperluas kapasitas pelatihan.

— Paragraf 12 —

“APBD terbatas. Kita perlu pembiayaan kreatif dengan melibatkan dunia usaha,” kata Khoirudin.

— Paragraf 13 —

Menurutnya, keterlibatan sektor swasta dapat membantu memperkuat program pelatihan kerja yang sudah berjalan. Kolaborasi dengan perusahaan juga dinilai dapat meningkatkan kualitas pelatihan yang diberikan kepada peserta.

— Paragraf 14 —

“Mereka bisa mendukung pelatihan di PPKD yang sudah punya fasilitas dan instruktur,” jelas Khoirudin.

➡️ Baca Juga: Visinema Berikan Penjelasan Terkait Isu Perselingkuhan Kreator Nussa yang Menjadi Sorotan Publik

➡️ Baca Juga: Meluncurkan Snapdragon X2 Elite Extreme, Penilaian Benchmark yang Mengesankan

Exit mobile version