Peningkatan ketersediaan pangan adalah tantangan yang dihadapi oleh banyak daerah di Indonesia, termasuk Kabupaten Pekalongan. Dalam upaya menyikapi hal ini, Pemerintah Kabupaten Pekalongan secara aktif melaksanakan Gerakan Tanam Pertanian Modern-Advanced Agriculture System. Program ini bertujuan untuk meningkatkan produksi pertanian dan secara bersamaan menjaga stabilitas ketersediaan pangan di wilayah tersebut.
Strategi Peningkatan Ketersediaan Pangan
Dalam pernyataannya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan, Yudhi Himawan, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan langkah strategis untuk memaksimalkan penggunaan lahan pertanian yang ada. Dengan memanfaatkan teknologi dan metode pertanian modern, diharapkan produktivitas dapat meningkat secara signifikan.
Yudhi Himawan juga menambahkan bahwa program ini menargetkan perluasan lahan pertanian seluas 2.612 hektare hingga tahun 2026. Meskipun demikian, hingga 22 September 2023, realisasi yang tercapai masih berada pada angka 32,5 hektare. Pencapaian ini menunjukkan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mencapai target yang diinginkan.
Implementasi di Lapangan
Gerakan tanam ini telah dilaksanakan di lahan Kelompok Tani Sikunang yang terletak di Desa Sinangoh Prendeng, Kecamatan Kajen, dengan area seluas 1 hektare. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan produktivitas, tetapi juga untuk memperkuat ketahanan pangan melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
- Pengoptimalkan pemanfaatan lahan.
- Kolaborasi dengan penyuluh pertanian.
- Pemberian pendampingan teknis.
- Penguatan kelompok tani.
- Peningkatan kesadaran petani terhadap teknologi modern.
Peran Penyuluh dan Petani
Untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah daerah terus mendorong keterlibatan penyuluh pertanian, kelompok tani, dan para petani. Kerja sama antara semua pihak sangat diperlukan agar program ini dapat berjalan dengan baik dan mencapai hasil yang optimal.
Yudhi menekankan bahwa sinergi antar semua pihak, termasuk pemerintah, penyuluh, dan petani, adalah kunci keberhasilan program ini. Pendampingan teknis yang diberikan oleh penyuluh pertanian dan Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) menjadi bagian penting dalam proses budi daya pertanian.
Pendampingan Teknis untuk Petani
Pendampingan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari persiapan lahan dan proses penanaman hingga pemeliharaan tanaman. Selain itu, pengendalian hama dan penyakit juga menjadi fokus utama menjelang masa panen.
Melalui langkah-langkah ini, diharapkan produktivitas lahan pertanian dapat meningkat secara berkelanjutan. Program ini tidak hanya diharapkan dapat meningkatkan hasil pertanian, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap penguatan ketahanan dan kemandirian pangan di daerah.
Target dan Harapan ke Depan
Walaupun capaian Gerakan Tanam Pertanian Modern saat ini masih jauh dari target 2.612 hektare, Yudhi Himawan optimis bahwa dengan penggiatan perluasan penanaman secara bertahap, target tersebut dapat tercapai. Keberhasilan program ini membutuhkan komitmen dan upaya berkelanjutan dari semua pihak yang terlibat.
Kerja sama yang erat antara pemerintah daerah, penyuluh, kelompok tani, dan petani diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pertumbuhan pertanian modern. Dengan demikian, ketersediaan pangan di Kabupaten Pekalongan dapat terjaga dan semakin meningkat.
Kesimpulan
Dalam menghadapi tantangan ketersediaan pangan, Pemerintah Kabupaten Pekalongan telah mengambil langkah yang tepat melalui Gerakan Tanam Pertanian Modern. Dengan pendekatan yang melibatkan semua stakeholders, diharapkan ketersediaan pangan di daerah ini dapat terjaga dan ditingkatkan demi kesejahteraan masyarakat.
➡️ Baca Juga: Erick Thohir Dorong Olahraga Sebagai Investasi Strategis, Bukan Hanya Biaya
➡️ Baca Juga: 5 Rice Cooker Digital Berkualitas dengan Harga Awal Rp700 Ribuan
