Optimalisasi SEO: Memperingati Hari Al-Quds Internasional, Ratusan Warga Bandung Berkumpul

Di Jalan Asia Afrika, tepatnya di depan Gedung Merdeka, Bandung, pada suatu Jumat (13/3), peringatan Hari Al-Quds Internasional digelar oleh Aliansi Nasional Anti Zionis (ANAZ), yang dihadiri oleh ratusan orang. Tidak hanya dari Indonesia, peringatan ini juga dilaksanakan di berbagai belahan dunia, mulai dari Afrika, Eropa, Amerika Selatan, hingga Asia, sebagaimana dijelaskan oleh Hilmi, perwakilan dari Youth Empathy & Solidarity (YES) Indonesia.

Solidaritas untuk Palestina dan Iran

Ratusan orang tersebut mengumpulkan diri untuk menyatakan solidaritas terhadap Palestina dan Iran. Mereka mengecam kebijakan Amerika Serikat dan Israel yang dianggap tidak berpihak kepada kemanusiaan. Menurut mereka, isu Al-Quds tidak hanya menjadi persoalan regional, melainkan juga menyangkut nilai-nilai kemanusiaan secara global.

“Kami melihat isu Al-Quds sebagai kompas moral global yang membantu kita menentukan garis antara kemanusiaan dan kebiadaban,” ujar Hilmi.

Sejarah Peringatan Hari Al-Quds Internasional di Indonesia

Hilmi juga menjelaskan bahwa peringatan Hari Al-Quds Internasional telah berlangsung di Indonesia selama sekitar dua dekade. “Di Bandung sendiri, peringatan ini telah aktif sejak 2015,” ungkapnya. Menurutnya, peringatan ini rutin digelar setiap tahun pada Jumat terakhir Ramadan.

Kondisi Timur Tengah Saat Ini

Dalam peringatan tersebut, massa juga mengecam eskalasi militer yang terjadi di Timur Tengah. Mereka menuntut penghentian kekerasan di Palestina dan serangan terhadap Iran. Meningkatnya eskalasi militer di kawasan Timur Tengah menjadi sorotan utama dalam aksi tersebut.

“Kami dengan tegas menolak kezaliman yang terjadi oleh Zionis Israel dan Amerika. Kita dapat melihat bagaimana kezaliman terbesar yang terjadi di dunia saat ini disajikan oleh mereka,” kata Hilmi.

Duka Atas Kepergian Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran

Peserta aksi juga menyatakan duka atas meninggalnya Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ali Khamenei, yang disebut-sebut tewas karena agresi militer Amerika Serikat. Mereka menganggap tindakan tersebut sebagai bentuk perang terhadap umat Islam dan para pejuang kemerdekaan di berbagai negara.

Aksi Mengecam Board of Peace

Aliansi Nasional Anti Zionis (ANAZ) juga mengecam forum internasional Board of Peace (BoP) yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Menurut mereka, forum tersebut tidak mencerminkan upaya perdamaian yang sebenarnya.

“Kami meminta Pak Prabowo segera keluar dari BoP,” kata Hilmi, merujuk pada Presiden Indonesia, Prabowo Subianto.

Solidaritas untuk Lebanon dan Yaman

Selain itu, massa aksi juga menyatakan solidaritas untuk rakyat Lebanon dan Yaman yang juga terdampak oleh eskalasi konflik di Timur Tengah. Mereka mengajak masyarakat untuk memperkuat tekanan ekonomi melalui gerakan boikot terhadap produk yang dianggap terafiliasi dengan Israel.

➡️ Baca Juga: Veda Ega Pratama Tampil Mengesankan di Moto3 Spanyol 2026, Finis Ke-6 dari Posisi 17

➡️ Baca Juga: Finalissima Spanyol vs Argentina Dibatalkan Secara Resmi oleh UEFA

Exit mobile version