Gates of Olympus hadirkan bagi-bagi bonus kuil zeus dengan hadiah berlapis

Slot online berikan bagi-bagi bonus festival keberuntungan nusantara dengan sensasi menarik

Super scatter sajikan bagi-bagi bonus super emerald celebration dengan hadiah istimewa

Starlight Princess tawarkan bagi-bagi bonus aurora moonlight legacy dengan sensasi menawan

Wild Bounty tawarkan bagi-bagi bonus olympus jewel journey dengan kejutan istimewa

Pola perilaku pengguna terhadap pembaruan mahjong ways

Algoritma dan mahjong ways menjadi dua topik yang sering bertemu di ruang forum diskusi online paling lengkap

Panduan slot online premium dengan fitur yang banyak dicari pemain

Super scatter hadirkan bagi-bagi bonus reel petir dengan peluang istimewa

Slot online hadirkan bagi-bagi bonus harta karun impian dengan peluang premium

Starlight Princess sajikan bagi-bagi bonus treasure empire vault dengan kejutan besar

Wild Bounty berikan bagi-bagi bonus frontier gold adventure dengan hadiah menarik

Pran data modern yang menunjukkan hasil permainan mahjong wins3 dan meningkatkan performa

Super scatter hadirkan bagi-bagi bonus putaran kilat dengan efek modern

Gates of Olympus hadirkan bonus storm boost dengan hadiah variatif

Pragmatic Play tawarkan bagi-bagi bonus scatter supreme dengan hadiah modern

Evaluasi sistem mekanis terbaru pada fitur mahjong ways

Habanero hadirkan bagi-bagi bonus fortune celebration realm dengan bonus menarik

Slot dana tanpa potongan paling gacor dengan sensasi berkelas

Pran data modern yang menunjukkan hasil permainan mahjong wins3 dan permainan digital

Rahasia algoritma adaptif gameplay interaktif pg soft

slot depo 10k slot depo 10k
Ekonomi

BFI Finance Sukses Meraup Pendapatan Rp6,7 Triliun di Tahun 2025

Tahun 2025 menjadi tahun yang cukup menantang bagi industri pembiayaan. Dengan perubahan pola konsumsi masyarakat, penurunan daya beli, dan peningkatan kehati-hatian dalam menghadapi risiko, perusahaan pembiayaan diharuskan untuk beradaptasi dan merumuskan kembali strategi bisnis mereka. Namun, di tengah tantangan tersebut, PT BFI Finance Indonesia Tbk mampu mempertahankan kinerja keuangannya dengan pendapatan total mencapai Rp6,7 triliun, naik sekitar 6,5% dari tahun sebelumnya.

Presiden Direktur BFI Finance, Sutadi, menyampaikan bahwa perusahaan terus berupaya menjaga ketahanan bisnis dengan memperkuat portofolio pembiayaan dan memastikan operasional tetap responsif terhadap dinamika pasar. Menurutnya, fondasi permodalan yang kuat, likuiditas yang memadai, serta disiplin dalam pengelolaan risiko adalah faktor-faktor kunci yang membantu menjaga stabilitas perusahaan di tengah ekonomi yang bergerak dinamis. “Kinerja perusahaan menunjukkan bahwa kami mampu mempertahankan ketahanan bisnis dengan modal yang solid dan profil risiko yang dapat dikendalikan. Dukungan dari tim yang solid dan kepercayaan dari konsumen, investor, dan pemangku kepentingan lainnya sangat berpengaruh,” katanya.

Neraca Perusahaan

Dalam hal neraca, total aset perusahaan tercatat sebesar Rp25,5 triliun pada akhir 2025, naik sekitar 1,4% dibandingkan dengan tahun 2024. Peningkatan ini didorong oleh kenaikan piutang yang dikelola (managed receivables) sebesar 8,9% secara tahunan menjadi Rp26,3 triliun.

Penyaluran Pembiayaan BFI Finance

BFI Finance berhasil mencatatkan penyaluran pembiayaan baru senilai Rp21,9 triliun sepanjang 2025, naik sekitar 9,3% dibandingkan dengan realisasi pembiayaan pada tahun 2024. Portofolio pembiayaan perusahaan masih didominasi oleh segmen produktif. Hingga akhir Desember 2025, pembiayaan untuk kebutuhan modal kerja menyumbang sekitar 57,3% dari total piutang yang dikelola, sementara pembiayaan investasi berkontribusi sekitar 17,6%. Selain itu, pembiayaan untuk kebutuhan multiguna mencakup sekitar 22% dan pembiayaan berbasis syariah menyumbang sekitar 3,1% dari total portofolio.

Profitabilitas Perusahaan

Dari sisi profitabilitas, laba bersih perusahaan tercatat sebesar Rp1,581 triliun, naik sekitar 1% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. BFI Finance juga berhasil menjaga kualitas asetnya dengan rasio pembiayaan bermasalah (Non-Performing Financing/NPF) yang relatif rendah. Pada 31 Desember 2025, rasio NPF bruto perusahaan tercatat sebesar 1,39% dan NPF neto sebesar 0,22%, angka yang lebih rendah dibandingkan rata-rata industri pembiayaan yang masing-masing berada di level bruto 2,51% dan neto 0,77% berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Selain itu, beberapa rasio keuangan utama lainnya juga menunjukkan kondisi yang sehat. Return on Asset (ROA) tercatat sebesar 7,9% dan Return on Equity (ROE) sebesar 14,8%. Sementara itu, gearing ratio berada di level 1,3 kali. Meski berusaha menjaga kinerjanya, perusahaan juga tetap berkomitmen dalam memberikan nilai tambah bagi semua pemangku kepentingan.

➡️ Baca Juga: Timnas Indonesia Bersama John Herdman Siap Capai Target Piala Dunia 2030

➡️ Baca Juga: Highlight Sepak Bola Dunia Pekan Ini: Drama dan Gol Spektakuler yang Tak Terlewatkan

Related Articles

Back to top button