Legislator Dorong Pemerintah Tingkatkan Pendataan untuk Atasi Masalah PPKS

Jakarta – Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memperkuat sistem pendataan yang menyeluruh dan berbasis data akurat bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS). Pendataan yang terintegrasi ini dianggap krusial agar penanganan terhadap PPKS dapat dilakukan dengan tepat dan efisien.
Pentingnya Pendataan Akurat untuk PPKS
Hardiyanto Kenneth menekankan bahwa pendataan yang akurat sangat penting untuk memahami berbagai aspek terkait PPKS. Hal ini meliputi identitas individu, usia, asal daerah, kondisi keluarga, tingkat pendidikan, kemampuan kerja, serta kebutuhan spesifik setiap individu. Dengan memahami data ini, pemerintah dapat merancang intervensi yang lebih efektif.
“Pendataan sangat diperlukan agar kita bisa mengetahui kondisi setiap individu, mulai dari anak jalanan hingga orang lanjut usia dan penyandang disabilitas,” ujarnya. Dengan demikian, setiap kelompok PPKS yang ada dapat ditangani dengan pendekatan yang berbeda sesuai dengan situasi dan kondisi mereka masing-masing.
Strategi Penanganan yang Beragam
Menurut Kenneth, setiap kelompok PPKS memerlukan strategi penanganan yang berbeda. Misalnya, anak-anak yang berada di jalanan, lanjut usia, penyandang disabilitas, dan masyarakat usia produktif, semuanya membutuhkan pendekatan yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan mereka. Hal ini menjadi penting agar penanganan yang dilakukan dapat memberikan hasil yang optimal.
- Pendekatan yang berbeda untuk setiap kelompok
- Reunifikasi keluarga bagi anak-anak jalanan
- Rehabilitasi sosial bagi penyandang disabilitas
- Pelayanan kesehatan yang terintegrasi
- Pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat usia produktif
Pemberdayaan Ekonomi Melalui Pelatihan
Kenneth juga menyoroti pentingnya memberikan pelatihan keterampilan bagi PPKS yang masih dalam usia produktif dan memiliki potensi kerja. Ia berpendapat bahwa jika ada individu yang masih sehat dan mampu, mereka tidak hanya seharusnya ditampung, tetapi juga dilatih untuk bisa berkontribusi secara ekonomi.
“Pemerintah harus fokus pada pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja,” tegasnya. Setelah pelatihan, individu-individu ini perlu dihubungkan dengan dunia usaha agar mereka dapat segera mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keahlian yang telah diperoleh.
Kerja Sama dengan Dunia Usaha
Kenneth mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menjalin kemitraan yang lebih erat dengan sektor swasta, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka akses pekerjaan yang lebih luas bagi PPKS yang telah mendapatkan pembinaan.
“Program pemberdayaan harus memiliki tindak lanjut yang jelas, mulai dari pelatihan, pendampingan, hingga permodalan jika diperlukan,” tambahnya. Ini penting agar peserta program benar-benar memiliki kesempatan untuk mandiri dan tidak terjebak dalam siklus kemiskinan.
Koordinasi Lintas Sektor untuk Penanganan Berkelanjutan
Kenneth menegaskan bahwa penanganan PPKS harus dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan koordinasi dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) seperti Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Tenaga Kerja, hingga Dinas Pendidikan. Keberhasilan penanganan PPKS sangat bergantung pada integrasi dan kolaborasi antar instansi tersebut.
“Setelah penertiban, penting untuk melanjutkan dengan pendataan dan asesmen, serta memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan individu,” jelasnya. Hal ini mencakup upaya rehabilitasi dan pemantauan berkelanjutan agar PPKS dapat dipulihkan dan diberdayakan secara efektif.
Pentingnya Penertiban yang Berkelanjutan
Walaupun penertiban diperlukan untuk menjaga ketertiban umum, Kenneth mengingatkan bahwa tindakan tersebut seharusnya tidak berhenti di situ. Setelah proses penertiban, individu-individu yang terkena dampak harus didata dan mendapatkan asesmen untuk menentukan layanan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
- Pendataan pasca-penertiban
- Asesmen untuk menentukan kebutuhan
- Pelayanan sosial yang sesuai
- Pemantauan berkelanjutan
- Rehabilitasi dan pemberdayaan
Dengan pendekatan yang komprehensif dan sistematis, diharapkan pemerintah dapat memberikan solusi yang lebih baik bagi PPKS. Hal ini akan berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup mereka dan membantu mereka untuk berintegrasi kembali ke dalam masyarakat.
Secara keseluruhan, pendataan PPKS bukan hanya sekedar proses administratif. Ini adalah langkah awal yang krusial untuk memahami dan menangani masalah sosial yang kompleks ini. Dengan dukungan yang tepat, individu-individu yang berada dalam kategori PPKS dapat diberikan peluang untuk mengubah hidup mereka menjadi lebih baik.
➡️ Baca Juga: Emas Antam Naik Rp4 Ribu Hari Ini Menjadi Rp2.604.000 Per Gram, Simak Informasinya
➡️ Baca Juga: Baznas Indramayu Salurkan Dana ZIS Sebesar 2 Miliar dalam Video Terbaru




