Strategi Kunci Cak Imin bagi Anggota Baznas 2026-2031: Mendukung Kemandirian Umat Melalui Zakat

Abdul Muhaimin Iskandar, lebih dikenal sebagai Cak Imin, selaku Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), telah menunjukkan antusiasme besar terhadap perkembangan dan kemajuan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) pada masa bakti 2026-2031. Ia berbagi harapan dan visinya dalam sebuah peristiwa yang disebut Selasar Hangat, Harmoni Lintas Keyakinan yang diadakan di Jakarta International Velodrome. Cak Imin tidak hanya menyampaikan ucapan selamat kepada Dikdik Sodik Mudjahid sebagai Ketua Baznas yang baru, tetapi juga menekankan pentingnya zakat sebagai alat penting dalam mencapai kemandirian umat.
Ekspektasi untuk Pemimpin Baznas yang Baru
Cak Imin secara tulus mengucapkan selamat kepada Dikdik Sodik Mudjahid, yang akan memulai tugasnya sebagai Ketua Baznas. Ia optimis bahwa kepemimpinan baru ini akan membawa sinergi dan produktivitas yang lebih besar di masa depan.
“Selamat datang kepada Pak Sodik Mudjahid yang baru saja menempati posisi sebagai Ketua Baznas. Kami berharap semangat baru ini juga akan mendorong kolaborasi kita menjadi lebih produktif di masa yang akan datang,” kata Cak Imin.
Transformasi Zakat dari Amal Menuju Kemandirian
Cak Imin menekankan pentingnya fungsi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) tidak hanya sebagai aksi amal atau kegiatan yang dilakukan hanya pada bulan Ramadhan. Sebaliknya, ia menegaskan bahwa ZIS harus bergerak berdasarkan prinsip DTSEN.
“Hari ini kita bersama-sama memastikan zakat, infak, dan sedekah tidak hanya berhenti di saat Ramadhan dan berhenti sebagai karitatif, tetapi kita bergerak berdasarkan DTSEN,” ungkapnya.
Menurut Cak Imin, zakat memiliki potensi besar untuk menjadi solusi dalam mendorong masyarakat miskin agar menjadi mandiri dan dapat “naik kelas” secara ekonomi.
“Kita dorong seluruh masyarakat kita naik kelas, naik kelas untuk berdaya dan mandiri. Kita peduli kepada yang miskin, sekaligus kita dorong mereka untuk menjadi kekuatan yang berdaya,” ujarnya.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Mengatasi Kemiskinan Ekstrem
Cak Imin menilai bahwa penyelesaian masalah kemiskinan ekstrem di Indonesia tidak dapat ditempuh jika negara bergerak sendiri. Ia melihat kebutuhan adanya kolaborasi kuat dengan seluruh filantropi, lembaga zakat, serta potensi kepedulian umat beragama untuk mengatasi isu ini.
“Ini semua harus kita atasi sebaik-baiknya. Pemerintah melalui kekuatan anggaran tentu akan terus bekerja keras menstimulus, memberikan perlindungan sosial, memberikan jalan keluar, tetapi tidaklah cukup,” katanya.
Pesan Religius tentang Kemandirian
Cak Imin juga mengingatkan pesan religius yang diajarkan setiap agama, bahwa setiap umatnya harus bangkit dari keterpurukan. Ia menegaskan bahwa tidak ada satu pun agama yang hanya mengedepankan kepasrahan pasif.
“Seluruh agama mendorong sikap untuk mandiri dan berdiri di atas kaki sendiri,” katanya.
Informasi lengkap mengenai harapan dan arahan Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar ini disampaikan melalui pernyataan resminya dalam agenda Selasar Hangat, Harmoni Lintas Keyakinan di Jakarta International Velodrome, Jakarta Timur, Kamis (12/3/2026).
➡️ Baca Juga: Volatilitas Pasar: IHSG Berjuang di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global
➡️ Baca Juga: ORIS Meluncur di Bandung, PT SMI Ajak Warga Jawa Barat Berperan dalam Pembangunan Nasional




