Jazzscape Hadir Kembali di Jakarta, Menawarkan Pengalaman Jazz yang Lebih Dekat dan Personal

Jakarta – Jazzscape Jakarta kembali menggelar acara yang sangat dinantikan, menawarkan pengalaman musik jazz dalam suasana yang lebih dekat dan personal. Dikenal sebagai platform yang mengedepankan interaksi, gelaran ini berlangsung pada 5 September 2026, di Park Hyatt Jakarta. Acara ini tidak hanya menjadi sarana menikmati musik, tetapi juga sebagai ruang untuk berinteraksi dan berhubungan dengan sesama penikmat jazz.
Format Intimate Concert yang Mengesankan
Setelah sukses dengan penyelenggaraan pertamanya, Jazzscape kembali hadir dengan format intimate concert. Konsep ini memungkinkan penonton untuk lebih dekat dengan musisi, menciptakan suasana yang lebih hangat dan akrab. Dengan semangat “Live Jazz. Good People. Great Vibes,” acara ini berusaha menghadirkan pengalaman yang berbeda di tengah kesibukan kota Jakarta yang padat.
Visi Pendiri Jazzscape
Sari Pramono, selaku pendiri Jazzscape, menjelaskan bahwa acara ini dirancang sebagai ruang pertemuan bagi para musisi dan penggemar musik. Ia meyakini bahwa jazz bukan hanya sekadar rangkaian melodi, melainkan juga tentang interaksi dan energi yang tercipta antara penampil dan penonton.
“Kami ingin Jazzscape menjadi tempat perjumpaan, tidak hanya antara musisi dan penonton, tetapi juga antar sesama pecinta musik,” ungkap Sari.
Pengalaman Berbeda Melalui Kedekatan
Konsep intimate concert yang diusung oleh Jazzscape bertujuan untuk memberikan pengalaman yang unik bagi penonton. Dalam suasana yang lebih dekat, penonton tidak hanya menyaksikan pertunjukan, tetapi juga merasakan atmosfer dan komunikasi yang terjalin di antara para musisi.
Line-Up Musisi yang Beragam
Pada gelaran kedua ini, Jazzscape menampilkan sejumlah musisi dengan karakter musikal yang kaya. Di antara mereka terdapat Barry Likumahuwa, Indra Aziz, Nikita Dompas DJ, Gracy Tamangendar, Dimas Pradipta, David Manuhuttu, Tommy Pratomo, Kevin Yosua Trio, serta Tomorrow People Ensemble.
Peran Music Director dalam Menciptakan Keberagaman
Barry Likumahuwa, sebagai Music Director Jazzscape, memegang peran penting dalam merancang komposisi musisi dan alur pertunjukan. Setiap penampilan dirancang agar memiliki karakteristik yang berbeda, namun tetap terjalin dalam satu pengalaman musik yang menyatu.
“Dalam jazz, yang terpenting bukan hanya siapa yang tampil, tetapi bagaimana energi saling berinteraksi,” jelas Barry.
Dinamika Pertunjukan yang Hidup
Barry juga menekankan bahwa keberagaman karakter musisi sangatlah krusial untuk menciptakan pertunjukan yang dinamis dan kaya warna. Format intimate concert memberikan kesempatan bagi musisi untuk berkolaborasi dan berimprovisasi secara lebih bebas.
“Ketika jarak antara panggung dan penonton semakin dekat, musik bukan lagi sekadar tontonan. Ia menjadi sebuah percakapan,” tambahnya.
Menjalin Keterikatan dengan Penonton
Dengan jumlah penonton yang terbatas, Jazzscape berupaya menghidupkan kembali karakter jazz sebagai genre yang dekat dengan kebebasan berekspresi. Penonton diharapkan tidak hanya datang untuk menyaksikan, tetapi juga untuk merasakan dan terlibat dalam pengalaman musik yang berlangsung langsung.
Identitas dan Pertumbuhan Jazzscape
Sari menekankan bahwa penyelenggaraan kedua ini adalah langkah awal dalam membangun identitas Jazzscape sebagai platform musik yang berkelanjutan. Mereka berkomitmen untuk tumbuh secara bertahap, dengan tetap menjaga kualitas kurasi dan karakter pertunjukan yang ditawarkan.
“Ini adalah penyelenggaraan kedua kami, dan bagian dari bab pertama perjalanan Jazzscape. Kami ingin tumbuh dengan langkah yang hati-hati, kurasi yang kuat, dan identitas yang autentik,” pungkas Sari.
➡️ Baca Juga: Panen Durian dan Manggis di Lebak Ciptakan Ribuan Kesempatan Kerja Baru
➡️ Baca Juga: Produsen Kue Kering di Tuban Siap Penuhi Banjir Pesanan Menjelang Lebaran




