Jakarta – Fast Retailing Co., Ltd., perusahaan induk UNIQLO, kembali mencatatkan prestasi luar biasa dalam kinerja keuangannya pada tahun fiskal 2026. Dengan fokus pada ekspansi di pasar internasional, terutama di Amerika Utara dan Eropa, perusahaan asal Jepang ini mencatatkan pertumbuhan penjualan yang signifikan. Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan pada 8 Oktober 2026, Fast Retailing melaporkan pendapatan konsolidasi mencapai sekitar USD25,04 miliar untuk tahun yang berakhir pada 31 Agustus 2026, mencerminkan kenaikan sebesar 16,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan Laba Usaha dan Pertumbuhan yang Berkelanjutan
Selain pendapatan yang meningkat, laba usaha Fast Retailing juga menunjukkan pertumbuhan yang mengesankan, dengan kenaikan sebesar 30,4 persen menjadi sekitar USD4,54 miliar. Laba sebelum pajak meningkat 23,4 persen menjadi USD5,07 miliar, dan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan induk meningkat 25,3 persen, menjadi sekitar USD3,43 miliar. Pencapaian ini menandai kelanjutan rekor kinerja positif bagi Fast Retailing selama lima tahun berturut-turut.
Faktor-faktor yang mendukung pertumbuhan penjualan UNIQLO meliputi:
- Peningkatan pendapatan dan laba di seluruh wilayah operasional.
- Pembukaan toko berkualitas tinggi.
- Penguatan strategi produk dan komunikasi dengan pelanggan.
Pasar Barat sebagai Pendorong Pertumbuhan
Salah satu aspek menarik dari kinerja tahun fiskal 2026 adalah kontribusi yang semakin besar dari pasar Barat terhadap bisnis UNIQLO. Pendapatan dari Amerika Utara dan Eropa menunjukkan peningkatan yang signifikan, menjadikan kedua wilayah tersebut sebagai pilar pertumbuhan baru bagi perusahaan. UNIQLO di Amerika Utara berhasil mencatatkan pendapatan sekitar USD2,31 miliar, meningkat 34,6 persen dibandingkan tahun lalu, dengan laba usaha melonjak 53,3 persen menjadi sekitar USD429 juta.
Kinerja UNIQLO di Eropa bahkan lebih menggembirakan, dengan pendapatan yang tumbuh 38,7 persen menjadi sekitar USD3,24 miliar, dan laba usaha meningkat 69 persen menjadi sekitar USD579 juta. Menggabungkan pendapatan dari kedua wilayah ini, totalnya mencapai sekitar USD5,55 miliar, untuk pertama kalinya melampaui pendapatan UNIQLO di Tiongkok Raya, yang tercatat sekitar USD4,57 miliar.
Pertumbuhan di Tiongkok dan Asia
Di Tiongkok Raya, meski pertumbuhannya lebih lambat dibandingkan pasar Barat, pendapatan tetap menunjukkan peningkatan sebesar 11,3 persen menjadi USD4,57 miliar, dengan laba usaha naik 24,6 persen menjadi USD707 juta. Reformasi operasional di Tiongkok Daratan juga memberikan dampak positif, di mana dalam mata uang lokal, pendapatan tumbuh sekitar 3 persen dan laba usaha meningkat sekitar 18 persen.
Selain itu, wilayah Hong Kong dan Taiwan juga mencatatkan pertumbuhan yang positif, sementara Korea Selatan, Asia Tenggara, India, dan Australia secara keseluruhan membukukan pendapatan sekitar USD5,11 miliar, yang mencerminkan kenaikan 30,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Laba usaha di wilayah ini meningkat 44 persen menjadi sekitar USD1,06 miliar, menambah catatan keberhasilan ekspansi UNIQLO di berbagai pasar.
Pertumbuhan Berkelanjutan di Pasar Domestik
Di pasar domestiknya, UNIQLO Jepang tetap mempertahankan tren pertumbuhan dengan pendapatan sekitar USD6,85 miliar, meningkat 5,7 persen dibandingkan tahun lalu. Laba usaha juga tumbuh 8,1 persen menjadi sekitar USD1,24 miliar, dengan penjualan di toko yang sama mengalami pertumbuhan 5,1 persen sepanjang tahun fiskal 2026. Kinerja ini didorong oleh permintaan yang tinggi terhadap produk fungsional, termasuk celana Ultra Stretch dan produk perlindungan ultraviolet (UV), serta model pakaian yang mengikuti tren seperti celana Barrel.
Performa Merek GU dan Tantangan yang Dihadapi
Merek fesyen GU juga mencatatkan pertumbuhan meskipun lebih moderat, dengan pendapatan naik 1,8 persen menjadi sekitar USD2,13 miliar dan laba usaha meningkat 11 persen menjadi sekitar USD199 juta. Namun, GU menghadapi tantangan di kuartal IV akibat kesulitan dalam memenuhi permintaan produk musim panas dan menyeimbangkan komposisi produk saat transisi ke koleksi musim gugur dan dingin 2026. Perbaikan dalam perencanaan penjualan dan pengelolaan persediaan menjadi kunci dalam meningkatkan profitabilitas sepanjang tahun.
Di segmen Global Brands, pendapatan sekitar USD812 juta mengalami penurunan 2,3 persen, meskipun laba usaha meningkat 6,8 persen menjadi sekitar USD17,7 juta. Dalam segmen ini, merek Theory masih dalam proses restrukturisasi global yang berdampak pada pendapatan tahunan, sementara PLST mencatatkan peningkatan pendapatan dan laba yang didorong oleh penjualan produk pakaian pria dan e-commerce.
Proyeksi Pertumbuhan untuk Tahun Fiskal 2027
Dengan pencapaian luar biasa di tahun fiskal 2026, Fast Retailing menargetkan pertumbuhan yang berkelanjutan untuk tahun fiskal 2027. Perusahaan memproyeksikan pendapatan konsolidasi mencapai sekitar USD28,12 miliar, yang mencerminkan kenaikan 12,3 persen dari tahun fiskal sebelumnya. Laba usaha diperkirakan naik 15,5 persen menjadi sekitar USD5,24 miliar, sementara laba sebelum pajak diharapkan mencapai sekitar USD5,56 miliar, tumbuh 9,7 persen.
Untuk laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan induk, proyeksi peningkatannya adalah sekitar 3,2 persen menjadi sekitar USD3,54 miliar. Fast Retailing juga merencanakan total dividen tahunan sekitar USD5,69 per saham, yang naik sekitar USD0,32 dibandingkan tahun sebelumnya, terdiri dari dividen interim dan akhir tahun masing-masing sekitar USD2,84 per saham.
Strategi Ekspansi dan Keberlanjutan
Untuk mendukung pertumbuhan ini, Fast Retailing berkomitmen untuk melanjutkan ekspansi toko berkualitas tinggi serta memperkuat pengembangan produk dan pemasaran UNIQLO International. Perusahaan juga fokus pada peningkatan kemampuan sumber daya manusia untuk mendukung bisnis global, memperluas sumber pendapatan, dan menyesuaikan struktur biaya dengan kondisi inflasi yang ada.
Lebih dari sekadar ekspansi, Fast Retailing menempatkan keberlanjutan sebagai bagian integral dari strategi bisnis jangka panjang melalui konsep LifeWear. Konsep ini berfokus pada pakaian berkualitas yang tahan lama, mengurangi dampak lingkungan, serta diproduksi dalam kondisi kerja yang sehat dan aman, dengan perhatian khusus pada kemampuan untuk didaur ulang atau digunakan kembali.
Dengan pertumbuhan yang semakin merata di berbagai pasar, Fast Retailing berusaha untuk memperkuat posisi UNIQLO sebagai merek global yang dominan sambil terus mempertahankan momentum pertumbuhan pada tahun fiskal mendatang.
➡️ Baca Juga: Blibli Implementasikan JEDA 10 Detik untuk Mengendalikan Respons Impulsif di Ruang Digital
➡️ Baca Juga: Penanaman Seribu Pohon di DAS Air Besar untuk Mencegah Risiko Bencana Alam
