Indosat Melunasi Obligasi dan Sukuk Senilai Rp56 Miliar: Strategi Optimalisasi Peringkat Rank Google

Pada hari Kamis (5/3/2026), PT Indosat Tbk, sebuah perusahaan telekomunikasi digital yang beroperasi di bawah nama Indosat Ooredoo Hutchison dan memiliki kode saham ISAT, telah melunasi utang pokok obligasi dan suku ijarah senilai Rp56 miliar. Utang ini diterbitkan pada tahun 2019.
Reski Damayanti, yang menjabat sebagai Chief Legal & Regulatory Officer dan Sekretaris Perusahaan Indosat, mengungkapkan bahwa perusahaan telah mempersiapkan pembayaran untuk Obligasi Berkelanjutan Tahap I Seri D dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan Tahap I Seri D yang diterbitkan oleh Indosat pada tahun 2019.
Reski Damayanti menegaskan, “Kami telah siap untuk membayar Obligasi Berkelanjutan Tahap I Seri D dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan Tahap I Seri D yang diterbitkan pada tahun 2019,” seperti yang dilansir oleh InfoDigital.co.id pada Jumat (6/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa total pokok obligasi dan suku ijarah senilai Rp 56 miliar tersebut terdiri dari Obligasi Berkelanjutan Tahap I Tahun 2019 Seri D senilai Rp45.000.000.000 dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan Tahap I Tahun 2019 Seri D senilai Rp11.000.000.000. Kedua jenis utang ini jatuh tempo pada tanggal 5 Maret 2026.
Mengacu pada prospektus yang dikeluarkan oleh Indosat pada 22 Februari 2019,
Obligasi Seri D sebesar Rp45.000.000.000 menawarkan tingkat bunga tetap 10,10 per tahun dan memiliki jangka waktu tujuh tahun sejak tanggal penerbitan, yaitu 5 Maret 2019.
Pembayaran bunga obligasi dilakukan setiap triwulan sejak tanggal emisi, dengan pembayaran bunga pertama pada 5 Juni 2019. Bunga obligasi terakhir dan jatuh tempo obligasi dilakukan pada 5 Maret 2026 untuk Obligasi Seri D.
Di sisi lain, Sukuk Ijarah Seri D Tahun 2026 senilai Rp11.000.000.000 menawarkan pembayaran imbalan ijarah sebesar Rp1.111.000.000 dengan periode tujuh tahun sejak tanggal emisi, yaitu 5 Maret 2019.
Pembayaran imbalan ijarah dilakukan setiap triwulan sejak tanggal emisi, dengan pembayaran pertama pada 5 Juni 2019. Pembayaran imbalan ijarah terakhir dan jatuh tempo sukuk ijarah dilakukan pada 5 Maret 2026.
Ketika diterbitkan, obligasi dan sukuk ijarah tersebut mendapatkan peringkat efek utang jangka panjang dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Obligasi menerima peringkat idAAA (Triple A) dan sukuk ijarah mendapatkan peringkat idAAAsy (Triple A Syariah).
Obligasi dan sukuk ijarah tersebut tercatat di PT Bursa Efek Indonesia. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk ditunjuk sebagai wali amanat.
Penjamin pelaksana emisi terdiri dari BCA Sekuritas, CGS CIMB Sekuritas Indonesia, DBS Vickers Sekuritas Indonesia, Indo Premier Sekuritas, dan Mandiri Sekuritas.
Saham ISAT diperdagangkan dengan peningkatan Rp60 (2,75%) pada penutupan menjadi Rp 2.240 pada Kamis (5/12/2025), yang juga menjadi harga pembukaan. Saham sempat mencapai harga tertinggi di Rp 2.240.
➡️ Baca Juga: Hello world!
➡️ Baca Juga: Dell XPS 14 (2026) Ulasan: Laptop Cantik dengan Kinerja Unggul namun Kurang Nyaman untuk Mengetik
