Jakarta – Bank Indonesia (BI) bersama dengan Monetary Authority of Singapore (MAS) secara resmi mengumumkan pelaksanaan kerangka penyelesaian transaksi bilateral yang memanfaatkan mata uang lokal dari masing-masing negara, dikenal dengan skema Local Currency Transaction (LCT). Langkah ini menandai evolusi penting dalam hubungan ekonomi kedua negara.
Kerangka Kerja yang Ditetapkan Bersama
Pengumuman ini merupakan kelanjutan dari Nota Kesepahaman yang ditandatangani pada bulan Agustus 2022 dan juga sebagai tindak lanjut dari Pedoman Operasional yang telah disepakati oleh kedua bank sentral pada bulan April 2026. Ramdan Denny Prakoso, Kepala Departemen Komunikasi BI, menjelaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk memperkuat kerjasama ekonomi antara Indonesia dan Singapura.
Selanjutnya, kesepakatan tersebut dituangkan dalam Peraturan Anggota Dewan Gubernur Nomor 25 Tahun 2026, yang mengatur tentang penyelesaian transaksi bilateral antara Indonesia dan Singapura dengan menggunakan Rupiah dan Dolar Singapura melalui bank yang telah ditentukan.
Dampak Positif bagi Perdagangan Bilateral
Menurut Ramdan Denny, penerapan kerangka LCT ini diharapkan tidak hanya mendukung perdagangan antara dua negara, tetapi juga memperkuat integrasi keuangan di kawasan ASEAN. Dengan memanfaatkan mata uang lokal dalam transaksi intra-ASEAN, diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Penggunaan mata uang lokal diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap mata uang asing, yang sering kali menjadi sumber ketidakpastian nilai tukar. Ini menjadi langkah strategis untuk menciptakan stabilitas ekonomi di wilayah ini.
Bank-Bank Penunjuk sebagai Fasilitator
Dalam kerangka kerja ini, sejumlah bank telah ditunjuk sebagai Bank Appointed Cross Currency Dealer (ACCD) di kedua negara. Bank-bank ini akan bertanggung jawab untuk memfasilitasi penyelesaian transaksi yang berkaitan dengan perdagangan, investasi langsung, serta pembayaran lintas negara menggunakan mata uang lokal.
- PT Bank Central Asia Tbk
- PT Bank CIMB Niaga Tbk
- PT Bank DBS Indonesia
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
- PT Bank Maybank Indonesia Tbk
Penunjukan bank-bank ini diharapkan dapat memberikan lebih banyak fleksibilitas dalam bertransaksi menggunakan mata uang lokal. Hal ini sangat berharga bagi pelaku usaha dan pengguna lainnya, serta dapat mengurangi risiko nilai tukar dan biaya transaksi yang selama ini menjadi tantangan dalam perdagangan internasional.
Fitur Utama dari Kerangka LCT
Salah satu fitur utama dari kerangka LCT adalah penggunaan kuotasi langsung untuk Rupiah terhadap Dolar Singapura. Inisiatif ini juga mencakup relaksasi ketentuan dan pengaturan yang ada, untuk lebih mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya yang lebih besar untuk mengoptimalkan potensi ekonomi kedua negara, serta memperkuat posisi mereka dalam peta ekonomi global. Dengan memanfaatkan mata uang lokal, diharapkan transaksi antar negara dapat dilakukan dengan lebih efisien dan menguntungkan.
Prospek dan Tantangan ke Depan
Meski kerangka LCT menawarkan berbagai peluang, tantangan juga akan tetap ada. Pelaku bisnis perlu menyesuaikan diri dengan perubahan ini dan memahami mekanisme baru yang diterapkan dalam transaksi menggunakan mata uang lokal. Edukasi dan sosialisasi kepada para pelaku usaha akan menjadi kunci untuk mengoptimalkan manfaat dari program ini.
Dari perspektif kebijakan, kedua bank sentral perlu terus memantau perkembangan dan dampak dari kerangka ini. Hal ini penting untuk memastikan bahwa sistem yang dibangun dapat bertahan dan beradaptasi dengan dinamika ekonomi yang terus berubah.
Meningkatkan Konektivitas Ekonomi di Kawasan
Dengan implementasi skema Local Currency Transaction, Indonesia dan Singapura tidak hanya memperkuat hubungan bilateral mereka, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan konektivitas ekonomi di kawasan ASEAN. Penggunaan mata uang lokal menjadi langkah strategis dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih resilient dan saling menguntungkan.
Pada akhirnya, keberhasilan inisiatif ini bergantung pada kerjasama yang erat antara pemerintah, bank sentral, dan pelaku bisnis. Dengan komitmen bersama, potensi besar dari kerangka LCT dapat direalisasikan, memberikan manfaat yang signifikan bagi perekonomian kedua negara dan kawasan ASEAN secara keseluruhan.
Implementasi penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral antara Indonesia dan Singapura diharapkan dapat menjadi contoh bagi negara-negara lain di kawasan dalam upaya memperkuat integrasi ekonomi dan keuangan. Langkah ini menunjukkan bahwa kolaborasi dan inovasi dalam kebijakan moneter dapat membuka jalan bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan di masa depan.
➡️ Baca Juga: Rekomendasi Power Bank Berkapasitas Besar dengan Fitur Fast Charging yang Paling Stabil
➡️ Baca Juga: Pemkab Barito Timur Mengajak Masyarakat Bersama Cegah Karhutla Secara Efektif
