Benih Kerapu dan Bandeng Bali Disertifikasi KKP, Laris di 4 Negara Internasional

Jakarta – Dalam dua tahun terakhir, benih kerapu dan bandeng yang berasal dari Bali mengalami lonjakan penjualan yang signifikan, baik di pasar domestik maupun internasional. Lonjakan ini terjadi setelah diterbitkannya sertifikat mutu benih dengan standar internasional oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Sertifikasi tersebut bertujuan untuk mendukung peningkatan produktivitas perikanan budidaya di Indonesia serta meningkatkan daya saing benih ikan Indonesia di pasar global.

Peningkatan Ekspor Benih Kerapu dan Bandeng Bali

Proyeksi menunjukkan bahwa pada tahun 2025, ekspor benih kerapu dan bandeng dari Bali akan mencapai 3.520.610 ekor, dengan nilai mencapai Rp 4,43 miliar. Namun, hingga Agustus 2026, jumlah ekspor telah mencapai 3.298.427 ekor dengan nilai sebesar Rp 6,41 miliar. Negara tujuan utama ekspor ini mencakup Thailand, Taiwan, Singapura, dan Malaysia.

Proses Sertifikasi Kualitas

Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP), Ishartini, menjelaskan bahwa Badan Mutu KKP telah melaksanakan proses sertifikasi mutu di hulu. Salah satu sertifikasi yang diberikan adalah Sertifikasi Cara Perbenihan Ikan Yang Baik (CPIB) untuk kedua komoditas tersebut yang diproduksi oleh peternakan di Bali.

Sertifikasi CPIB Benih berfungsi sebagai jaminan bahwa hasil budidaya perikanan yang dihasilkan berkualitas tinggi, bergizi, dan aman untuk dikonsumsi. Proses sertifikasi ini mencakup sejumlah parameter yang harus dipenuhi, seperti:

Standar Internasional dalam Sertifikasi

Ishartini menambahkan bahwa parameter yang diperiksa dalam sertifikasi CPIB Benih ikan merujuk pada Standard Nasional Indonesia (SNI) serta standar konsensus internasional seperti Codex Alimentarius dan WOAH. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa pakan yang digunakan dalam budidaya ikan asal Indonesia memiliki kualitas yang tinggi dan mampu bersaing di pasar internasional.

Peningkatan Permintaan Global

Kepala Balai Mutu KKP Denpasar, Dedy Arief Hendriyanto, mengungkapkan bahwa benih bandeng dan kerapu dari Bali semakin diminati oleh pembudidaya, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas benih yang dihasilkan telah mendapatkan pengakuan yang luas di pasar global.

Dalam dua bulan terakhir, khususnya antara Agustus dan September, Badan Mutu KKP telah berhasil mengawal ekspor lebih dari 600 ribu ekor kerapu hidup ke Thailand. Ini adalah bukti nyata dari keberhasilan sertifikasi dan peningkatan kualitas yang dilakukan oleh KKP dalam mendukung industri perikanan di Indonesia.

Manfaat Sertifikasi untuk Peternak

Sertifikasi yang diberikan oleh KKP tidak hanya menjamin kualitas produk, tetapi juga memberikan berbagai manfaat bagi para peternak. Dengan adanya sertifikasi, peternak dapat memperoleh akses ke pasar internasional yang lebih luas, meningkatkan daya saing produk, serta memperkuat posisi mereka di pasar lokal.

Beberapa manfaat dari sertifikasi CPIB Benih ini antara lain:

Strategi Pemasaran untuk Benih Kerapu dan Bandeng

Untuk memastikan keberhasilan di pasar internasional, penting bagi para peternak dan pengusaha untuk menerapkan strategi pemasaran yang efektif. Berikut adalah beberapa strategi yang bisa diterapkan:

Tantangan dalam Budidaya Kerapu dan Bandeng

Meskipun ada banyak peluang, industri budidaya kerapu dan bandeng di Bali juga dihadapkan pada sejumlah tantangan. Beberapa tantangan utama termasuk perubahan iklim, fluktuasi harga pakan, serta persaingan dari negara lain yang juga memproduksi komoditas serupa.

Peternak perlu mengantisipasi tantangan ini dengan menerapkan praktik budidaya yang berkelanjutan dan inovatif. Beberapa langkah yang dapat diambil antara lain:

Pentingnya Kolaborasi Antara Stakeholder

Untuk mencapai keberhasilan dalam industri perikanan, kolaborasi antara berbagai stakeholder sangatlah penting. Hal ini mencakup kerjasama antara pemerintah, peternak, lembaga penelitian, serta pelaku industri lainnya. Dengan adanya kolaborasi yang baik, tantangan yang dihadapi dapat diatasi lebih efektif dan efisien.

Kerjasama ini bisa berupa:

Kesimpulan

Benih kerapu dan bandeng Bali yang telah disertifikasi KKP menunjukkan potensi yang besar di pasar internasional. Dengan meningkatnya permintaan dan kepercayaan konsumen terhadap produk berkualitas, industri perikanan Indonesia dapat terus berkembang. Melalui sertifikasi dan kolaborasi yang kuat antar stakeholder, diharapkan benih ikan asal Indonesia dapat bersaing dan meraih sukses di pasar global.

➡️ Baca Juga: Festival Peduli Autisme 2026: Membangun Ekosistem Inklusif Melalui Sains dan Kesadaran Masyarakat

➡️ Baca Juga: Panduan Berwisata Aman Selama Libur Panjang untuk Pengalaman yang Nyaman dan Menyenangkan

Exit mobile version