Ribuan Massa Membludak di Monas, Sementara Pengunjung Pantai Pandan Tapanuli Menurun Drastis

Jakarta – Pada hari kedua perayaan Lebaran, ribuan masyarakat berbondong-bondong menuju Monumen Nasional (Monas) di Jakarta Pusat, menjadikannya salah satu destinasi wisata yang paling ramai dikunjungi. Pada hari Minggu ini, tercatat lebih dari 13.500 pengunjung menikmati keindahan Monas. Kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Monas, Muhammad Isa Sarnuri, mengungkapkan bahwa sejak pagi hingga siang hari, tepatnya dari pukul 06.00 hingga 12.00 WIB, jumlah pengunjung mencapai 13.503 orang, termasuk 151 wisatawan mancanegara.
Keberadaan Monas sebagai Ikon Wisata
Monas, sebagai simbol kemerdekaan Indonesia, selalu menjadi magnet bagi wisatawan lokal maupun internasional. Pada hari Lebaran, kawasan ini sebenarnya ditutup, namun dibuka kembali pada hari ini dengan jam operasional khusus. Tugu Monas akan buka dari pukul 08.00 hingga 18.00 WIB hingga tanggal 27 Maret 2026, sedangkan area sekitarnya akan beroperasi mulai pukul 06.00 hingga 22.00 WIB.
Untuk memperingati suasana Lebaran, pengelola Monas menyelenggarakan berbagai acara menarik di area selatan Monas, termasuk pertunjukan video mapping dan air mancur menari. Selain itu, para pengunjung juga dihibur dengan penampilan beberapa musisi, seperti Vagetoz dan Deddy Lisan, yang menambah semarak suasana. Menariknya, pengelola juga memberikan layanan gratis untuk masuk ke Tugu Monas bagi pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP), lansia, dan penyandang disabilitas yang memiliki KTP Jakarta.
Tren Penurunan Pengunjung di Pantai Pandan
Saat Monas menjadi pusat perhatian, di tempat lain, seperti Pantai Pandan yang terletak di Tapanuli Tengah, terjadi penurunan jumlah pengunjung yang cukup signifikan. Selama libur Lebaran 2026, pengunjung Pantai Pandan merosot hingga 50 persen dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Ini menjadi hal yang mencolok, mengingat Pantai Pandan biasanya dipadati pengunjung saat momen Lebaran.
Pada hari H+2 Lebaran, hanya sekitar 300 orang yang mengunjungi Pantai Pandan. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan tahun lalu, di mana jumlah pengunjung bisa mencapai 900 hingga 1.000 orang dalam sehari.
Faktor Penyebab Penurunan Pengunjung
Menurut Sutrisno, petugas pengelola Pantai Pandan, situasi ini cukup mengecewakan. Ia menyebutkan bahwa banyak masyarakat lebih memilih untuk membersihkan rumah atau mungkin merasa khawatir akibat dampak bencana yang terjadi, sehingga mengurangi minat mereka untuk berlibur. Penurunan ini juga tercermin dari berkurangnya penyewaan tikar, yang biasanya menjadi aktivitas umum bagi pengunjung.
- Jumlah penyewaan tikar menurun drastis.
- Pengunjung yang datang jauh lebih sedikit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
- Faktor kebersihan rumah dan kekhawatiran bencana berdampak pada keputusan berlibur.
- Penyewaan tikar hanya mencakup sekitar 30 unit saat ini.
- Kunjungan ke Pantai Pandan biasanya mencapai ribuan orang saat Lebaran.
Sutrisno melanjutkan, pada tahun-tahun sebelumnya, penyewaan tikar bisa mencapai lebih dari 100 unit dalam satu hari. Namun, saat ini, jumlah pengunjung yang datang ke Pantai Pandan hanya berkisar 300 orang, membuat suasana pantai terasa sepi dan tidak meriah.
Pengaruh Terhadap Usaha Jasa Permainan Air
Penurunan pengunjung ini juga berdampak pada para penyedia jasa permainan air di Pantai Pandan. Muhammad, seorang penyedia jasa penyewaan Banana Boat, melaporkan bahwa jumlah penyewaan jasanya mengalami penurunan yang signifikan. Pada tahun-tahun sebelumnya, mereka bisa mendapatkan hingga 15 kali penyewaan dalam sehari, tetapi saat ini hanya sekitar 5 hingga 10 kali saja.
Harga penyewaan Banana Boat pun bervariasi, antara Rp20 ribu hingga Rp30 ribu per orang untuk sekali jalan. Dengan kondisi pantai yang sepi, Muhammad mengaku kesulitan untuk mencapai target penyewaan yang biasa mereka capai saat Lebaran.
Kondisi Pantai Pandan yang Lengang
Secara umum, Pantai Pandan terlihat sangat lengang saat ini. Banyak tikar yang disediakan oleh pengelola tampak menganggur dan tidak terpakai. Hal ini menjadi gambaran jelas betapa drastisnya penurunan jumlah pengunjung di lokasi wisata ikonik ini, yang biasanya ramai dikunjungi saat libur Lebaran.
Dengan perbandingan yang tajam antara Monas dan Pantai Pandan, kita dapat melihat bagaimana dua lokasi wisata ini berfungsi sebagai cerminan dari kebiasaan masyarakat dalam merayakan Lebaran. Sementara Monas menjadi tempat berkumpul yang ramai dan penuh acara, Pantai Pandan menghadapi tantangan untuk menarik pengunjung di tengah berbagai faktor eksternal yang memengaruhi keputusan masyarakat untuk berlibur.
Ke depan, penting bagi pengelola Pantai Pandan untuk mencari strategi yang lebih baik dalam menarik pengunjung, termasuk memperbaiki fasilitas dan meningkatkan promosi agar dapat kembali menjadi tujuan wisata yang ramai seperti sebelumnya.
➡️ Baca Juga: Pembatasan Mahasiswa Baru di PTN Akan Mempengaruhi Peta Persaingan Kampus di Indonesia
➡️ Baca Juga: Penertiban Pedagang untuk Mengurangi Kepadatan di Pantura – Video Informasi



