KAI Laporan Penjualan Tiket Lebaran 2026 Mencapai 5 Juta, Arus Balik Teratur dan Lancar

Jakarta – PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah melaporkan bahwa arus balik Angkutan Lebaran 2026 berlangsung dengan sangat baik. Hingga 31 Maret 2026, KAI berhasil melayani 159.105 penumpang untuk perjalanan kereta api jarak jauh, dengan tingkat okupansi mencapai 98,8 persen. Hal ini menandakan tingginya minat masyarakat untuk menggunakan transportasi kereta api dalam periode libur ini.
Penjualan Tiket Mencapai Angka Tertinggi
Sampai Rabu, 1 April 2026, pada pukul 10.00 WIB, penjualan tiket untuk kereta api jarak jauh telah mencapai 127.182 tiket, yang setara dengan 78,9 persen dari kapasitas harian. Angka ini diperkirakan akan terus bertambah menjelang malam hari. Secara keseluruhan, penjualan tiket untuk Angkutan Lebaran telah mencapai 5.048.200 tiket, melebihi total kapasitas yang tersedia yaitu 4.498.696 tempat duduk, sehingga mencatat persentase sebesar 112,2 persen.
Rincian lebih lanjut menunjukkan bahwa kereta api jarak jauh telah melayani 4.220.296 penumpang, yang setara dengan 118,2 persen dari kapasitas yang tersedia sebanyak 3.571.760 tempat duduk. Sementara itu, kereta api lokal mencatat 827.904 pelanggan, yang merupakan 89,3 persen dari kapasitas 926.936 tempat duduk.
Pola Mobilitas yang Merata
Anne Purba, Wakil Presiden Corporate Communication KAI, mengungkapkan bahwa pola mobilitas masyarakat selama Lebaran tahun ini terlihat lebih merata dari awal hingga akhir periode. “Sejak pertengahan Maret, volume penumpang terus mengalami peningkatan dan tetap tinggi hingga fase arus balik. Kereta api menjadi pilihan utama karena kepastian jadwal dan kenyamanan yang ditawarkan,” jelasnya.
Selama periode antara 11 hingga 31 Maret 2026, KAI telah melayani total 4.903.663 penumpang, terdiri dari 3.947.226 penumpang kereta api jarak jauh dan 956.437 penumpang kereta api lokal. Peningkatan volume penumpang ini terjadi secara bertahap, dengan puncaknya pada fase arus balik, di mana okupansi harian kereta api jarak jauh sempat mencapai angka 154 persen pada 23 Maret.
Keselamatan dan Ketepatan Waktu sebagai Prioritas
Tingginya sebaran volume penumpang menunjukkan bahwa pergerakan masyarakat berlangsung merata selama periode Angkutan Lebaran. KAI menegaskan bahwa setiap perjalanan dilakukan dengan mematuhi standar keselamatan dan ketepatan waktu yang konsisten. Hal ini didukung oleh kesiapan sarana, prasarana, serta petugas yang selalu siaga di lapangan.
- Standar keselamatan yang ketat.
- Ketepatan waktu yang terjaga.
- Kesiapan sarana dan prasarana.
- Petugas siaga di setiap titik.
- Pelayanan pelanggan yang responsif.
Inovasi Teknologi dalam Layanan
Penerapan teknologi digital juga berkontribusi pada kemudahan layanan yang diberikan kepada pelanggan. Mulai dari proses pemesanan tiket hingga keberangkatan di stasiun, seluruhnya dirancang agar lebih praktis dan efisien. Optimalisasi penggunaan kursi antarpenumpang juga menjadikan kapasitas tempat duduk dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Anne Purba menambahkan bahwa tingginya kepercayaan masyarakat terhadap KAI menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan. “Kami berterima kasih kepada masyarakat yang telah memilih kereta api selama Angkutan Lebaran 2026. KAI berkomitmen untuk menjaga konsistensi layanan agar perjalanan pelanggan tetap aman, nyaman, dan tepat waktu,” tutupnya.
➡️ Baca Juga: Murka! Deddy Corbuzier Kecam Peramal yang Bahas Takdir Vidi Aldiano
➡️ Baca Juga: BMKG Ramalkan Hujan Ringan Disertai Petir di Sebagian Besar Wilayah Indonesia pada Jumat


